RADAR BALI – Kemeriahan demam Piala Dunia FIFA 2026 kini resmi merambah ke Kota Denpasar. Mulai hari ini, Rabu, 15 Juli hingga Minggu, 19 Juli 2026, kawasan pusat kota akan disemarakkan oleh gelaran bertajuk "Festival Rakyat 2026: Bazaar UMKM, Hiburan Rakyat, dan Nonton Bareng" yang dipusatkan di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung.
Agenda akbar ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kodam IX Udayana, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bali, dan Pemerintah Kota Denpasar. Mengusung konsep festival keluarga terpadu, acara ini dirancang tidak hanya untuk memfasilitasi pencinta sepak bola, melainkan juga sebagai motor penggerak ekonomi kreatif lokal.
Penyelenggara memastikan bahwa seluruh rangkaian festival ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya masuk alias gratis. Setiap harinya, aktivitas di Lapangan Puputan Badung akan dimulai pukul 16.00 WITA dan berlangsung hingga dini hari, menyesuaikan dengan jadwal siaran langsung pertandingan.
Nobar Fase Krusial Piala Dunia 2026
Sebagai menu utama, festival ini menyediakan layar raksasa untuk menyiarkan pertandingan-pertandingan sisa yang paling krusial di Piala Dunia 2026. Antusiasme warga diprediksi memuncak mengingat turnamen sudah memasuki babak akhir.
Setelah Spanyol memastikan tiket pertama ke final usai menumbangkan Prancis dengan skor 2-1, publik kini menantikan laga semifinal kedua. Lapangan Puputan Badung dipastikan akan menjadi titik berkumpulnya suporter saat laga sengit antara Inggris vs Argentina ditayangkan pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 03.00 WITA.
Selanjutnya, rangkaian nonton bareng akan berlanjut pada sesi perebutan tempat ketiga pada Minggu subuh, serta partai puncak perebutan trofi juara dunia pada Senin, 20 Juli 2026 pukul 03.00 WITA.
Di luar urusan lapangan hijau, Festival Rakyat 2026 menyajikan beragam daya tarik yang menyasar berbagai kalangan usia. Sektor ekonomi mikro menjadi pilar penting lewat kehadiran puluhan stan UMKM dan kuliner lokal yang menyajikan produk-produk kreatif.
Selain itu, guna membantu meringankan beban pemenuhan kebutuhan dapur masyarakat, Perum Bulog turut ambil bagian dengan menggelar pasar murah yang menyediakan komoditas bahan pokok dengan harga di bawah pasar.
Suasana sore hari di panggung utama akan diisi oleh pementasan seni budaya tradisional berpadu dengan hiburan musik modern. Ruang interaksi bagi generasi muda juga diakomodasi melalui pelaksanaan mini turnamen e-sports serta kompetisi gim interaktif yang menarik.
Agenda ini mendapat sambutan hangat dari jajaran pimpinan daerah. Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyatakan bahwa pemanfaatan ruang publik secara positif ini sangat baik untuk mempererat persatuan nasional sekaligus mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat lewat momentum olahraga universal.
Senada dengan Pangdam, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara menyambut positif sinergi lintas instansi ini. Menurut Walikota Denpasar, Festival Rakyat 2026 tidak hanya menjadi wadah hiburan berkualitas bagi warga kota, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang nyata sekaligus memberikan dampak ekonomi yang konkret bagi pelaku usaha kreatif di Kota Denpasar.***
Editor : Ibnu Yunianto