Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sial! Bali United Dirugikan Keputusan Kontroversial Wasit FIFA Thoriq Alkatiri, PSIS Akhiri Rekor Buruk

I Wayan Widyantara • Senin, 4 September 2023 | 09:00 WIB

 

KALAH: Penyerang Bali United Ilija Spasojevic terlibat bentrok bola atas dengan pemain PSIS Semarang.
KALAH: Penyerang Bali United Ilija Spasojevic terlibat bentrok bola atas dengan pemain PSIS Semarang.

SEMARANG, radarbali.id – Kepemimpinan wasit Thoriq Munir Alkatiri kembali memakan korban. Setelah sebelumnya tim Persebaya Surabaya dan PSM Makassar mencak-mencak karena pernah merasa dirugikan wasit tersebut, kali ini giliran Bali United yang dirugikan. Pasalnya, wasit berlisensi FIFA tersebut kembali membuat keputusan kontroversial saat laga Bali United bertandang ke markas PSIS Semarang.

Momen yang terekam jelas di siaran televisi tersebut memperlihatkan Muhhamad Rasyid, gelandang Bali United ditekel kakinya di kotak pinalti oleh pemain belakang PSIS. Kejadian di depan mata sang wasit itu tak dianggap pelanggaran. Padahal, momen krusial tersebut sangat penting untuk menyamakan kedudukan bagi Bali United yang sedang tertinggal 2-1.

Wajah kekecewaan sangat jelas terpancar dari Rasyid, pemain yang usai melawan PSIS Semarang ini akan pulang kampung halaman karena ada panggilan untuk memperkuat Timnas Palestina. Tak hanya itu, di media sosial pun juga ramai memperbincangkan keputusan wasit yang tidak memberikan pinalti bagi Bali United.

“Gol pertama dari mereka (PSIS Semarang), kami kurang beruntung karena kami bunuh diri. Waktu itu, jalannnya pertandingan masih imbang. Di babak kedua, meski kami sudah kalah 2-0, kami tetap kerja keras untuk minimal mendapatkan satu poin. Ada peluang dari pinalti, tetapi Thoriq (wasit) tidak mau berikan,” ungkap Pelatih Bali United, Stefano “Teco” Cugurra usai pertandingan tersebut.

Terlepas dari dirugikan wasit dan hasil kekalahan yang membuat Bali terpental dari empat klasemen sementara, buruknya pola permainan di semua lini juga menjadi perhatian. Seperti kurang efektifnya umpan-umpan panjang dan juga persoalan klasik, yakni terkait kontrol bola juga menjadi catatan tersendiri.

Hal tersebut membuat kapten tim Bali United, Fadil Sausu pun berharap Ia dan rekan-rekannya ke depan dapat bermain lebih baik lagi. “Dari saya dan teman-teman, untuk ke depannya mestinya lebih fokus ke tim saja, untuk memperbaiki ke pertandingan berikutnya untuk bersaing di papan atas,” pungkasnya.

PSIS Akhiri Rekor Buruk Melawan Bali United

PELATIH PSIS Semarang, Gilbert Agius usai pertandingan mengatakan Ia sangat bahagia dengan hasil pertandingan melawan Bali United. Pria asal Malta ini juga menyebut para pemainnya berjiwa petarung dari awal hingga akhir permainan. “Kami tahu, kami (PSIS) tak pernah menang lawan Bali sejak 2019. Intinya, saya sangat senang senang sekali,” ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Gilbert juga memuji peran dari Pelath Bali United, Teco sebagai pelatih yang mampu meraih tiga kali juara liga 1. Yakni sekali bersama Persija dan dua kali bersama Bali United. “Dia (Teco) pelatih yang bagus dan para pemain Bali United juga bagus,” sebutnya. 

Sementara pemain PSIS Semarang, Lucas Gamma mengatakan Ia dan rekan-rekannya merasa menguasai jalannya pertandingan. “Kami sangat kompak kali ini dan bisa mengalahkan Bali United, tim yang besar dan kuat. Saya berharap kami bisa melanjutkan permaianan yang bagus lagi ke depannya,” pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
#kontroversial #thoriq al khatiri #wasit #lisensi fifa #psis vs bali united