Bali United Nyaris Kembali Dipermalukan Tim Degradasi, Bhayangkara FC Lancarkan Perlawanan Sengit
I Wayan Widyantara• Minggu, 21 April 2024 | 05:49 WIB
POIN: Private Mbarga dan M. Rashid berselebrasi mendekati penonton saat usai mencetak gol penentu kemenangan Bali United melawan Bhayangkara FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Sabtu malam.
GIANYAR,radarbali.id - Nyaris apes!. Begitulah gambaran Bali United saat bersusah payah menaklukkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 dalam laga kandang terakhir di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar Sabtu malam (20/4/2024).
Dari 7 peluang emas yang dimiliki Bali United, hanya dua yang berbuah jadi gol dan itu pun tercipta di menit kritis akhir pertandingan. Kemenangan ini menjadi penting karena Bali United butuh sekali hasil imbang untuk bisa ke babak Championship Series.
Bali United menguasai jalannya pertandingan pada babak pertama. Serangan dibangun melalui lini sayap berhasil merepotkan pertahanan Bhayangkara FC. Sayangnya, sejumlah peluang emas gagal dijadikan gol. Finishing buruk menjadi kelemahan Jeferson Assis dkk mengalami laga.
Bhayangkara FC bukan tanpa perlawan. Meski tanpa satupun suporter hadir ke stadion, mereka melakukan serangan balik yang juga beberapa kali mengancam gawang yang dijaga Adilson Maringa. Statistik mencatat, Bhayangkara FC memilik satu peluang emas namun juga gagal dijadikan gol.
Di menit ke 26, mantan pemain AS Roma, Radja Nainggolan mengalami cedera pada bagian paha kanannya. Ia pun harus ditarik keluar dan carateker pelatih Bhayangkara, Emral Abus memasukkan Titan Agung. Namun pola serangan dengan mengandalkan serangan balik cepat masih menjadi andalan.
Statistik juga mencatat Bali United mendapat tiga peluang emas dengan penguasaan bola 56 persen di babak pertama.
Namun hingga peluit babak pertama berakhir, tak ada satu pun gol yang tercipta. Di babak kedua, Bali United menguasai jalannya pertandingan namun miss komunikasi sering terjadi sehingga serangan yang terbangun pun mudah dipatahkan.
Soal peluang, sejumlah pemain depan dan sayap serang Bali United mendapatkan peluang, namun lagi-lagi finishing yang buruk selalu terjadi.
Mulai dari akurasi tembakan yang tanpa arah tujuan hingga gagal memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan. Melihat daya gedor melempem, pelatih Bali United, Stefano "Teco" Cuggura kemudian memasukan Ilija Spasojevic dan M. Rahmat di menit 63.
Jefferson Assis yang digantikan Spaso sempat kesal dan menendang botol air minum di depan banch pemain sebelum akhirnya ditenangkan para asisten pelatih.
Namun saat situasi panas tersebut, pemain Bali United mencetak gol namun di anggap offside. Hal itu membuat penonton sisi timur marah dan melempari asisten wasit dengan botol minuman. Bahkan kejadian tersebut tercatat dua kali terjadi dalam momen yang berbeda.
Memasuki menit ke 73, petaka datang. Tembakan dari bola mati melalui Anderson Salles merobek gawang Adilson Maringa. Skor pun menjadi 0-1 untuk keunggulan Bhayangkara FC. Para pemain Bali United ternyata tak mau menyerah.
Serangan bertubi-tubi dilancarkan dan berbuah hasil 88 melalui sundulan M. Rahmat yang mendapatkan umpan dari sepak pojok. Skor 1-1 pun membuat suasana yang dihadiri 7288 ribu penonton kembali bergemuruh.
Menolak imbang, Bali United masih melakukan serangan. Di menit 90+2, Private Mbarga berhasil mencetak gol dan membalikan keadaan menjadi 2-1.
Pelatih, pemain cadangan hingga tim official berlarian hingga ke dalam lapangan untuk merayakan gol tersebut. Gol tersebut juga menjadi hasil penentu kemenangan Bali United dan mendapatkan poin penting untuk melangkah ke babak Championship series.
"Setiap hari kami kerja keras untuk menang. Dalam sepak bola ada tiga hasil, bisa kalah bisa menang dan bisa imbang. Pasti waktu kami menang lawan Persikabo, pasti lebih mudah (Championship series) tapi waktu tidak menang kemarin, kami masih positif. Kami harus fokus kepertandingan selanjutnya," kata Teco.
Saat ini, Bali United menyisakan dua pertandingan tandang. Hanya butuh sekali imbang untuk memastikan langkah mereka melangkah ke babak Championship Series.
Sedangkan Bhayangkara FC dipastikan terdegradasi ke Liga 2 sebelum pertandingan melawan Bali United di mulai. Sebab, Persita Tangerang mendapatkan hasil imbang saat melawan Persik Kediri.***