Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cek Fakta! Ketua KONI Badung Bongkar Ada Banyak Atlet Titipan di Bali, Pemicu Olahraga Tak Maju?

I Wayan Widyantara • Rabu, 3 Juli 2024 | 12:05 WIB
VOKAL DIUJUNG PENSIUN: Ketua KONI Kabupaten Badung Made Nariana
VOKAL DIUJUNG PENSIUN: Ketua KONI Kabupaten Badung Made Nariana

MANGUPURA, radarbali.id – Jelang masa pensiunnya, Ketua KONI Badung, Made Nariana menyebut masih banyak menemukan praktik-praktik yang dilakukan para pengurus cabor yang menggunakan orang dalam untuk memasukan nama atlet. Kegeraman ini pun disampaikan kepada awak media.

“Kalau untuk dunia olahraga saya selalu mengatakan agar selalu lebih professional saja. Siapa yang terbaik, itulah yang diadu dalam kejuaraan.

Sebab saya masih melihat, banyak pengurus-pengurus olahraga itu pilih kasih terhadap anak didiknya. Apa itu karena keponakan, anak kesayangan atau yang lainnya,” ujarnya.

Pria yang baru saja merayakan umur ke 75 tahun ini mengaku kecewa berat dan masa depan olahraga, tidak hanya di Badung, tetapi juga di Bali termasuk di Indonesia pun tak akan bisa berkembang cepat bila praktek-praktek yang dilakukan para pengurus cabor masih seperti itu adanya.

Olahraga yang seharunya menjunjung sportivitas, dicederai oleh ulah para pengurus cabor yang tidak bisa professional dalam menjalankan tugasnya.

“Di sepak bola juga saya dengar begitu. Mana yang disenangi, itu saja dimainkan. Maka kita di olahraga tak maju-maju,” ujar pria yang juga pernah memimpin KONI Bali ini.

Selain itu, komitmen pemerintah, termasuk pemerintahan di Bali (Pemprov) juga kurang memberikan dukungannya terhadap dunia olahraga.

Komitmen itu pun terus di pertanyakannya. Salah satunya bisa dilihat bagaimana persiapan pagelaran PON yan berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara nanti harus dipaksa mengirit habis-habisan karena minimnya dana yang diberikan kepada KONI Bali.

“Komitmen pemerintah kita belum plong terhadap olahraga. Begitu dapat medali banyak, rangking 1 dan disitu baru disambut habis-habisan. Begitu kami minta anggaran untuk PON, sangat minim diberikan. Pemda Bali harus lebih konsen terhadap olahraga,” pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
#KONI Badung #Made Nariana #olahraga #atlet titipan