Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Petinju PON Bali Uji Coba di Ajang No Drama Fight, De Gadjah Minta Cakti Dkk Berlatih Lebih Keras Lagi

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 14 Juli 2024 | 21:26 WIB
MENJELANG PON: Ketua Pertina Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah) usai acara No Drama Fight, para petinju beradu skill dan pemenangnya didominasi oleh tuan rumah yakni Bali Sabtu (13/7/2024). 
MENJELANG PON: Ketua Pertina Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah) usai acara No Drama Fight, para petinju beradu skill dan pemenangnya didominasi oleh tuan rumah yakni Bali Sabtu (13/7/2024). 

 

DENPASAR, Radar Bali- Ketua Persatuan Tinju Amatir Nasional (Pertina) Provinsi Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah) bangga event No Drama Fight terlaksana di Istana Taman Jepun Denpasar pada Sabtu (13/7/2024) dengan menghadirkan 20 partai pertandingan tinju seru.

Mereka yang adu jotos di ring tinju sebagai bentuk uji coba kontingen Bali. Hadir petinju dari luar Bali, yakni; dari Sulawesi Utara (Sulut), Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Pertandingan ini menjadi bagian dari upaya mereka untuk meraih medali emas di PON XXI 2024 di Aceh-Sumatera Utara pada September mendatang. Pertandingan baru selesai tengah malam.

De Gadjah menonton satu per satu permainan para atlet hingga acara usai. Baik itu ada yang kalah dia bersikap woles. Sehingga ada evaluasi untuk meningkatkan kualitas. 

Bahkan, saat kategori putri turun Putri 48 kg: Melania (Bali) vs Israellah (Sulawesi Utara) dan Putri 54 kg: Grasela Atta Endi (Bali) vs Silvania (Jawa Tengah). Grasela bisa mengalahkan petinju Jateng. 

DIwawancarai usai acara, De Gadjah mengatakan penampilan anak asuhnya baik tapi dirinya mengaku belum puas. Hal itu diungkapkan supaya para atlet tinju ini berbenah bisa meningkatkan kualitas diri. Apalagi pelaksanaan PON tinggal dua bulan lagi. 

"Event adalah event top event semua event yang ada di Bali. Ajang try in dengan biaya sendiri. Dengan penampilan tidak kecewa, tapi kurang puas. Mereka harus berlatih lagi.," ungkap pria yang juga Ketua DPD Gerindra Bali ini. 

Ia juga menyinggung pemerintah supaya ada kepedulian dengan atlet-atlet. Jangan hanya menuntut memperoleh medali. Terutama mengenai berkaitan dengan nutrisi atlet.

Walau memang ada bantuan tapi, itu harus digunakan secara maksimal. Maka dari cabor harus merogoh kocek pribadi meningkatkan kualitas atlet.

"Dari pemerintah jangan berharap harus medali emas tapi supporting tidak ada. Selama ini supporting kan dari kami semua. Dari pribadi. Adalah suportingnya tapi harus bisa semaksimal mungkin," ucapnya. 

Lebih lanjut dituturkan, atlet-atlet di luar Indonesia seperti Thailand lebih hebat karena nutrisi makanan. Jika nutrisi yang didapat lebih baik maka bisa menang di setiap kompetisi.

"Kenapa atlet di luar indonesia bisa juara tinju hebat. Kami pernah latihan bersama mereka bisa lebih baik," imbuhnya. 

Sementara petinju PON Bali lainnya, Cakti Dwi Putra, yang bertarung di kelas 75 kg menang melawan petinju Jawa Tengah, Burhanudin. 

Selain partai-partai PON, No Drama Fight juga menghadirkan 14 partai untuk petinju pemula. Ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk unjuk gigi dan mendapatkan pengalaman bertanding di atas ring.

No Drama Fight di Taman Jepun Denpasar ini dijamin akan menjadi tontonan menarik bagi para pecinta tinju. (feb)

Editor : Rosihan Anwar