DENPASAR, Radarbali.id- Peringkat Provinsi Bali di Pekan Olahraga Nasional (PON) merosot, harus puas di tujuh besar. Secara peringkat, menurun dibandingkan PON XX Papua 2021 bertengger di lima besar. Perolehan medali tahun justru bertambah dibandingkan yang PON Papua 106 medali, sedangkan tahun ini 134 medali.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menerangkan, prestasi Bali tidak turun kalau dihitung jumlah medalinya, yang diraih meningkat dibandingkan dengan PON Papua.
Hanya saja, untuk PON tahun ini provinsi lain lebih kerja keras memperoleh medali yang membuat Bali bergeser, tidak masuk dalam lima besar. ”Perolehan medali tidak meleset, tapi daerah lain juga berupaya untuk maju. Sehingga tidak apa-apa ini ini adalah dinamika,” kata Dewa Made Indra dikonfirmasi, Kamis, 26 September 2024.
Baca Juga: Target, Prestasi dan Sejarah di PON XXI Aceh-Sumut
Ia menegaskan, para kontingen Bali telah menunjukkan prestasi yang membahagiakan. Hasil PON tahun ini, menjadi tantangan untuk ajang bergengsi selanjutnya. Pemprov Bali tetap memberikan apresiasi kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali dan kabupaten/kota, juga cabang olahraga (cabor) yang telah berjuang di PON Sumut-Aceh ini.
Pemprov Bali telah menyiapkan bonus yang tidak langsung cair tahun ini, tapi akan dianggarkan di APBD 2025. ”Saya sudah menyampaikan dengan Kadisdikpora, supaya sekarang dihitung berapa bonus yang harus disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Janji bonus tetap kami tunaikan karena bagian apresiasi dan insentif untuk mendorong prestasi lebih tinggi,” ungkap Mantan Kalaksa BPBD Bali ini.
Besaran bonusnya berbeda-beda tergantung medali yang diperoleh, karena ada perorangan dan regu. Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya juga telah memberikan arahan supaya diakomodir di rancangan APBD 2025.
Baca Juga: Gejolak PON Kian Memanas, Muncul Isu Pembatasan Cabor, Ketua KONI Badung Angkat Bicara
Disinggung kondisi atlet karena ada kegaduhan soal pelaksanaan PON, Dewa Made Indra mengklaim atlet-atlet tidak ada yang mengeluh. Mereka hanya melaporkan terkait prestasi yang dicapai di PON 2024 ini. Sebagai tuan rumah, menurut Dewa Indra lazim terjadi kekurangan karena menggelar acara yang besar dan juga jarak venue yang tersebar. ”Atlet kami tidak cengeng. Terjadi kekurangan seperti itu biasa. Kami tidak dapat laporan dari atlet semua menyampaikan kabar prestasi,” tandasnya. ***
Editor : Made Dwija Putera