DENPASAR,radarbali.jawapos.com - Nama Elkan Baggot kembali mencuat setiap menjelang penetapan Garuda Calling.
Kali ini, hal menarik terungkap dengan jelas setelah Elkan Baggot menolak panggilan Patrick Kluivert.
Menurut salah satu pengamat sepak bola yang mengetahui keadaan di dalam, menyebutkan bahwa Patrick Kluivert mengintip keberuntungan Elkan Baggot di clubnya saat ini.
Elkan Baggot menjadi pemain handal di clubnya dan sedang berada dipuncak kejayaan.
Hal tersebutlah yang dilirik Patrick Kluivert sehingga besar harapan Elkan Baggot ingin melepaskan clubnya untuk dua laga Timnas Indonesia melawan Australia vs Bahrain.
Tiga kali dipanggil Elkan Baggot masih getol menolak panggilan Patrick Kluivert dan ia lebih mengutamakan serta mengejar jam main di clubnya.
Tak ada yang salah dengan keputusan Elkan Baggot hanya saja bagi sebagian orang terutama supporter Indonesia merasa sangat kecewa atas penolakan tersebut.
Akan tetapi dengan sikap tegasnya menolak panggilan Patrick Kluivert membuat netizen sadar bahwa rumor Elkan Baggot berseteru dengan Shin Tae Yong tidaklah benar adanya.
Bukan keberadaan Shin Tae Yong yang membuat dirinya enggan kembali membela Timnas Indonesia namun semata-mata ingin pokus pada clubnya.
Rumor pindah federasi pun mencuat setelah penolakan Elkan Baggot berkali-kali.
Elkan Baggot diduga ingin kembali ke negara asalnya membela Timnas Thailand.
Sayangnya hal tersebut tidak akan pernah terjadi mengingat aturan FIFA tentang perpindahan federasi.
Elkan Baggot sudah tak diizinkan berganti federasi oleh FIFA.
Penyebabnya karena Elkan Baggot telah 22 kali membela Timnas Indonesia senior.
Menurut aturan FIFA, pemain yang ingin beralih federasi maksimal hanya memegang tiga caps bersama tim nasional.
Akibatnya Elkan Bagott hanya bisa membela Timnas Indonesia hingga nantinya pensiun sebagai pesepakbola.
Terkait kapan kembalinya Elkan Baggot membela Timnas Indonesia diprediksi setelah liga clubnya berakhir di bulan Mei.
Kemungkinan besar dalam melawan Jepang Elkan Baggot telah kembali ke Timnas Indonesia.***
Editor : Desi Rabiati