radarbali.jawapos.com - MotoGP dikenal sebagai ajang balap motor paling bergengsi di dunia.
Selain menyuguhkan adu kecepatan para pembalap terbaik dari berbagai negara, sistem kejuaraannya juga memiliki struktur yang menarik untuk diikuti, terutama karena adanya sistem poin yang menentukan posisi klasemen dan gelar juara dunia.
Bagi penggemar setia, memahami bagaimana sistem poin MotoGP bekerja sangat penting agar bisa mengikuti setiap perubahan klasemen dari pekan ke pekan.
Terlebih ketika mencari informasi seperti Jadwal MotoGP akhir pekan ini dan jam tayangnya, pemahaman soal sistem poin akan membuat pengalaman menonton jadi lebih seru dan bermakna.
Apa Itu Sistem Poin MotoGP?
Dikutip dari situs Sumbar24 Sports, sistem poin dalam MotoGP merupakan cara yang digunakan untuk memberikan nilai kepada pembalap berdasarkan posisi mereka saat finis di setiap seri balapan.
Nilai yang terkumpul dari tiap seri akan diakumulasikan hingga akhir musim, dan pembalap dengan jumlah poin tertinggi akan dinobatkan sebagai juara dunia. Sistem ini juga berlaku untuk tim dan konstruktor (pabrikan motor), di mana masing-masing kategori punya perhitungannya sendiri.
Perhitungan Poin Balapan Utama (Race)
Dalam balapan utama yang digelar setiap hari Minggu, poin diberikan kepada 15 pembalap teratas yang berhasil finis. Berikut adalah rinciannya:
Posisi Finis Poin
1 25
2 20
3 16
4 13
5 11
6 10
7 9
8 8
9 7
10 6
11 5
12 4
13 3
14 2
15 1
Dengan sistem ini, pemenang seri mendapat 25 poin, sedangkan pembalap yang finis di posisi ke-15 tetap mendapatkan 1 poin. Jika pembalap tidak finis (Did Not Finish/DNF), maka tidak akan mendapatkan poin sama sekali, berapa pun posisinya saat itu.
Sistem Poin untuk Sprint Race
Sejak musim 2023, MotoGP menerapkan format baru dengan menggelar Sprint Race setiap hari Sabtu. Sprint race berdurasi lebih pendek dibandingkan balapan utama, dan memiliki sistem poin yang berbeda. Hanya 9 pembalap pertama yang mendapat poin:
Posisi Sprint Poin
1 12
2 9
3 7
4 6
5 5
6 4
7 3
8 2
9 1
Sprint race tidak hanya menambah hiburan, tapi juga menambah kompleksitas klasemen pembalap karena setiap poinnya sangat berarti, apalagi saat perebutan gelar berlangsung ketat.
Poin Konstruktor dan Tim
Selain poin pembalap, MotoGP juga menghitung poin untuk konstruktor (misalnya Ducati, Yamaha, Honda, KTM, Aprilia) dan tim (seperti Ducati Lenovo Team, Monster Yamaha, dsb).
• Poin konstruktor: Hanya menghitung hasil terbaik dari satu pembalap setiap seri. Jika dua pembalap dari pabrikan yang sama finis di posisi 1 dan 3, hanya poin dari posisi 1 (25 poin) yang dihitung.
• Poin tim: Menggabungkan total poin dari dua pembalap utama dalam tim tersebut di setiap seri, termasuk poin dari sprint race dan balapan utama.
Hal ini menjelaskan mengapa terkadang pembalap tidak berada di posisi teratas klasemen individu, tetapi tim atau konstruktor mereka tetap memimpin klasemen masing-masing.
Kenapa Poin Begitu Krusial?
Poin menjadi sangat penting karena bisa menentukan:
• Juara dunia pembalap
• Juara tim
• Juara konstruktor
• Rider of the Year dan Rookie of the Year
• Penempatan kontrak musim berikutnya
Perebutan gelar sering kali berlangsung ketat hingga seri terakhir. Dalam sejarah MotoGP, ada beberapa musim di mana gelar ditentukan hanya dengan selisih 1–2 poin saja.
Contoh Skenario
Misalnya, pembalap A memiliki 240 poin dan pembalap B memiliki 230 poin menjelang balapan terakhir. Jika pembalap B menang (25 poin) dan pembalap A finis di posisi ke-3 (16 poin), maka total poin:
• Pembalap A: 256 poin
• Pembalap B: 255 poin
Artinya, pembalap A tetap juara dunia meski tidak menang di seri penutup. Di sinilah pentingnya konsistensi selama musim berjalan.
Penalti dan Poin Negatif
Dalam MotoGP, pelanggaran tertentu seperti jump start, overspeed di pitlane, atau pelanggaran teknis bisa dikenakan penalti. Meski jarang, penalti ini bisa berupa:
• Poin dikurangi
• Posisi start diturunkan
• Harus start dari pit lane
• Time penalty (waktu tambahan dalam hasil akhir)
Namun, tidak ada sistem pengurangan poin seperti kartu merah di sepak bola. Poin yang sudah didapat sah, kecuali hasil balapan dibatalkan karena alasan teknis atau doping.
Kapan Sistem Ini Berlaku?
Sistem poin ini telah digunakan sejak era Grand Prix lama, namun format sprint race baru diadopsi mulai musim 2023. Untuk musim 2025 dan seterusnya, sistem ini akan terus digunakan hingga ada pembaruan dari FIM atau Dorna Sports selaku penyelenggara resmi MotoGP.
Kesimpulan
Sistem poin MotoGP dirancang untuk memberi penghargaan pada performa terbaik dan konsistensi sepanjang musim. Baik dari sprint race maupun balapan utama, setiap poin memiliki dampak besar terhadap klasemen dan peluang meraih gelar juara dunia.
Memahami struktur ini akan memperkaya pengalaman Anda sebagai penonton, apalagi jika Anda mengikuti secara rutin Jadwal MotoGP akhir pekan ini dan jam tayangnya, karena setiap detik balapan bisa menentukan nasib gelar juara dunia.
Editor : Rosihan Anwar