Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Lebih dari Sekadar Basket, DBL Bali 2025 Usung Semangat Berkompetisi dan Warisan Prestasi

Tim Redaksi • Kamis, 7 Agustus 2025 | 14:24 WIB
SEMANGAT KARENA SUPORTER: Keseruan pertandingan basket di arena DBL pada tahun sebelumnya.
SEMANGAT KARENA SUPORTER: Keseruan pertandingan basket di arena DBL pada tahun sebelumnya.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Bali akan segera bergulir. DBL Bali 2025 akan menjadi region pembuka dari rangkaian panjang Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026.

Kompetisi basket pelajar terbesar di Bali tersebut akan diselenggarakan pada 8-16 Agustus 2025, di GOR Purna Krida, Badung. Total 35 tim terdaftar untuk melakukan perburuan juara DBL Bali 2025. 

Banyak sejarah besar diukir bersama antara DBL dan Bali. Meskipun DBL sudah ada sejak 2004, DBL pertama kali digelar di Bali pada 2009. Saat itu, SMAN 1 Denpasar langsung mencetak sejarah dengan menyabet gelar juara untuk kategori putra dan putri.

Pencapaian tersebut menjadikan SMAN 1 Denpasar sebagai salah satu dari hanya tiga sekolah di Indonesia yang berhasil mengawinkan gelar juara DBL di awal penyelenggaraan kompetisi.

Memang butuh waktu lima tahun bagi DBL untuk hadir di Bali. Ini karena DBL menggunakan konsep student athlete (pelajar-atlet). Regulasinya sangat kompleks. Siswa pindahan tidak boleh bermain.

Ini mencegah adanya permainan untuk memindah-mindahkan siswa hanya untuk berlaga di DBL. Siswa yang tidak naik kelas pun juga tak boleh ikut. Tak kalah penting, nilai rapor juga ada standar yang harus dipenuhi.

PENENTU: Gelaran DBL selalu penuh sesak dengan penonton yang menandakan antusiasme pada olahraga basket yang berbasis stufdent atlet.
PENENTU: Gelaran DBL selalu penuh sesak dengan penonton yang menandakan antusiasme pada olahraga basket yang berbasis stufdent atlet.

Rata-rata nilai rapor untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika harus di atas atau sama dengan “6”. Tidak boleh ada nilai di bawah “4” pada mata pelajaran tersebut. Soal penilaian, memang begitu ketat.

Hal ini menjadi bukti bahwa ketangkasan bukan menjadi tolok ukur pertama mereka bermain DBL. Konsep ini lah yang akhirnya dicontoh oleh banyak kompetisi antarpelajar yang lain.

"Waktu awal (DBL 2004) itu kesannya aneh karena pakai regulasi kita (menganut konsep student athlete). Sekarang justru yang paling lumrah ya regulasinya DBL,” ungkap Azrul Ananda, founder DBL Indonesia, dalam sebuah kesempatan.

Selain sejarah panjang, alasan pemilihan Bali sebagai kota pembuka musim 2025-2026 adalah kontribusi student-athlete asal Pulau Dewata di program DBL Indonesia All-Star.

Sejak 2010, hampir setiap tahun ada wakil Bali yang menembus skuad elite DBL Indonesia All-Star dan berangkat ke Amerika Serikat. Tak mudah untuk bisa masuk skuad tersebut. 

Untuk bisa masuk tim DBL Indonesia All-Star, para peserta DBL di seluruh Indonesia harus berjuang untuk masuk DBL Camp. Dari sana, mereka akan diseleksi kembali menjadi 12 tim putra dan 12 tim putri terbaik. 

Namun, banyak anak-anak Bali yang tak hanya masuk skuad DBL Indonesia All-Star tetapi juga bisa menjadi pemain profesional. Sebut saja Julian Chalias yang pernah mengikuti DBL Indonesia All-Star 2019 dan kini bermain di tim Satria Muda. 

Ada juga Winston Swenjaya yang berkarier di Tangerang Hawks, hingga Dewa Ayu Made Sriartha, alumni DBL Indonesia All-Star 2015 yang sukses mempersembahkan medali emas SEA Games 2023 untuk timnas basket putri Indonesia dan kini melanjutkan studi S2 di Universitas Airlangga.

Tak hanya di lapangan, lulusan DBL juga berprestasi di berbagai bidang. Ida Ayu Draupadi Dewi DBL Indonesia All-Star 2010 kini berprofesi sebagai dokter gigi, sementara Nirmala Ratih Wijaya dan Winda Ayu Astari menjalankan usaha F&B bersama di Bali, membuka lapangan pekerjaan baru dan berkontribusi terhadap ekonomi lokal.

"Mungkin 99 persen pemain berhenti basket setelah SMA. Tapi mereka harus menjadi profesional di bidangnya masing-masing. Apa yang mereka dapat selama mengikuti kompetisi DBL, harapannya bisa mereka terapkan di bidangnya masing-masing, salah satunya sportivitas dan kedisiplinan," kata Azrul Ananda.

Dengan sejarah panjang, prestasi yang konsisten, dan semangat student-athlete yang terus tumbuh, DBL Bali kembali bersiap menyambut musim baru. 

Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Bali bakal diselenggarakan pada 8-16 Agustus 2025. Kompetisi bakset terbesar di Bali ini akan bergulir di GOR Purna Krida. 

Selain Bali, Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026. Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk kopi anak muda, Kopi Good Day.***

Editor : M.Ridwan
#suporter dbl #honda dbl with kopi good day #dbl