Radar Bali.id- GOR Purna Krida, Kerobokan, Badung menjadi saksi bisu pertarungan sengit di final Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Bali pada Sabtu malam (16/8/2025).
Pertandingan yang mempertemukan dua musuh bebuyutan, SMAN 1 Denpasar (Smansa) dan SMAN 2 Denpasar (Resman), menyuguhkan drama laga yang seru, mendebarkan bagi ribuan penonton pendukungnya.
Meski Smansa datang dengan ambisi besar untuk meraih gelar three-peat atau juara tiga kali berturut-turut, mereka harus mengakui keunggulan rival abadinya, karena selalu berseteru di momen krusial.
Resman tampil ganas sejak awal, langsung tancap gas dengan permainan cepat yang sulit diimbangi Smansa.
Di kuarter pertama, Resman sudah unggul jauh 19-3, seakan mengirim sinyal bahwa trofi juara akan kembali ke tangan mereka setelah tiga musim lamanya.
Tak ada kata menyerah, Smansa memang sempat mencoba bangkit, namun dominasi Resman tak terbendung. Hingga kuarter terakhir, Resman terus menjaga jarak poin, mengakhiri laga dengan skor 63-49.
Nah, kemenangan ini tentu saja bukan hanya mengamankan gelar juara bagi Resman, tetapi juga mematahkan harapan Smansa untuk mengukir sejarah three-peat.
Mantap! Srikandi Smansa Sukses Pertahankan Tahta
Di sisi lain, tim putri Smansa tampil perkasa dan sukses mempertahankan gelar mereka. Berhadapan dengan SMAN 1 Gianyar (Dosman) di final, Smansa menunjukkan performa luar biasa. Setelah tiga musim sebelumnya didominasi oleh Dosman, kini giliran Smansa yang menguasai panggung.
Smansa berhasil mengakhiri perlawanan Dosman dengan skor telak 42-20, memastikan trofi juara kembali ke tangan mereka. Pertandingan ini menjadi pertemuan keempat berturut-turut bagi kedua tim di final DBL Bali. Kemenangan ini sekaligus menegaskan dominasi Smansa yang dimulai sejak musim 2024.
Akan Jadi Motivasi
Meski timnya harus menelan kekalahan, Kadek Dina Pratiwi, kapten tim putri Dosman yang juga menjalani laga terakhirnya di DBL, menunjukkan sikap sportif. "Kami kurang komunikasi dan pertahanan kami tidak maksimal," ujarnya. "Tapi saya tidak kecewa, kami sudah memberikan yang terbaik."
Kadek Dina berharap adik-adiknya bisa belajar dari kekalahan ini dan tampil lebih baik di musim-musim berikutnya. "Semoga kalian bisa lebih baik lagi dan meraih gelar juara," pesannya penuh harap.
Final DBL Bali 2025 menjadi bukti bahwa persaingan bola basket pelajar di Bali semakin sengit. Apakah rivalitas antara Smansa dan Resman akan terus memanas di musim mendatang? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.[*]
Editor : Hari Puspita