Radar Bali.id- Malam yang buruk bagi juara bertahan Persib Bandung. Maung Bandung harus menelan pil pahit di pekan kedua Super League 2025/2026. Bertandang ke Stadion Gelora Bumi Kartini, Persib Bandung takluk 2-1 dari tim promosi Persijap Jepara.
Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan karena gol penentu kemenangan Laskar Kalinyamat tercipta di menit-menit akhir pertandingan. Saat injury time.
Petakan Persip dimulai saat Carlos Franca membuka keunggulan Persijap di menit ke-68. Meskipun William Barros sempat menyamakan kedudukan melalui titik putih di menit 90+2.
Tapi, mimpi buruk datang tak lama setelah penalty. Sudi Abdallah langsung memupus harapan Persib dengan golnya di menit 90+4.
Hodak Akui Blunder Fatal dan Lemahnya Lini Serang
Pelatih Persib, Bojan Hodak, dengan lapang dada mengakui kekalahan timnya. Menurutnya, hasil buruk ini bukan semata-mata karena kehebatan lawan, melainkan akibat kesalahan fatal dari para pemainnya sendiri.
"Selamat untuk Persijap Jepara. Sayang, kami membuat tiga kesalahan fatal. Gol kedua seharusnya tidak perlu terjadi," kata Hodak usai pertandingan.
Selain itu, Hodak juga menyoroti mandulnya lini serang Persib. Meski terus menekan, mereka dinilai lemah dalam penyelesaian akhir, terutama dalam melepaskan tembakan ke gawang.
Kekecewaan Beckham dan Tekad untuk Bangkit
Kekecewaan serupa juga diungkapkan oleh gelandang muda Persib, Beckham Putra Nugraha. Ia merasa hasil akhir tidak sebanding dengan perjuangan keras tim.
"Menyesal dengan hasil ini. Target kami sebenarnya ingin memaksimalkan poin di laga tandang," ujar Beckham.
Meskipun demikian, Beckham menegaskan kekalahan ini akan menjadi bahan evaluasi penting agar timnya bisa tampil lebih baik di pertandingan selanjutnya.
Bagi Persib, kekalahan ini menjadi pukulan telak dalam ambisi mereka mengawali musim dengan mulus. Sementara itu, Persijap Jepara sukses menunjukkan bahwa status mereka sebagai tim promosi tidak bisa dipandang sebelah mata dengan meraih kemenangan bersejarah di kendang.[*]
Editor : Hari Puspita