Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gagal Ulang Prestasi STY, Gerald Vanenburg Salahkan Pemain dan Klub

Dhian Harnia Patrawati • Rabu, 10 September 2025 | 20:52 WIB

GENERASI EMAS - Gerald Vanenburg dan para pemain Timnas Indonesia U-23 yang turun di Piala AFF U-23
GENERASI EMAS - Gerald Vanenburg dan para pemain Timnas Indonesia U-23 yang turun di Piala AFF U-23

RADAR BALI - Rangkaian pertandingan Kualifikasi Piala Asia U23 2026 resmi berakhir pada Rabu (10/9/2025) dini hari. Dari 43 tim peserta, sebanyak 15 negara dipastikan lolos ke putaran final menyusul tuan rumah Arab Saudi.

Jordania, Jepang, Vietnam, Australia, Kyrgyzstan, Thailand, Irak, Qatar, Iran, Korea Selatan, dan Suriah berhasil melaju sebagai juara grup. Sementara itu, China, Uzbekistan, Lebanon, dan Uni Emirat Arab menempati empat posisi runner up terbaik.

Sayangnya, Timnas Indonesia U23 gagal melanjutkan langkahnya meski finis sebagai runner up Grup J.

Garuda Muda hanya mengumpulkan empat poin hasil dari satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan di Sidoarjo.

Catatan itu menempatkan Indonesia di posisi ke-10 klasemen runner up terbaik, jauh dari syarat untuk lolos.

Indonesia Gagal Ulangi Prestasi 2024

Kegagalan ini membuat Indonesia tak mampu mengulang pencapaian di edisi 2024. Saat itu, skuat asuhan Shin Tae-yong (STY) berhasil menorehkan sejarah dengan menembus semifinal Piala Asia U23.

Namun di era Gerald Vanenburg, performa Garuda Muda justru menurun. Pelatih asal Belanda itu menilai minimnya menit bermain para pemain Timnas U-23 di klub masing-masing menjadi faktor utama turunnya performa tim.

“Kalau melihat contoh di Korea Selatan, mereka punya kompetisi usia muda yang rutin berjalan setiap minggu. Dengan begitu, pemain terbiasa mendapat jam terbang tinggi,” ujar Vanenburg dikutip dari Antara.

Ia juga menyinggung perbedaan kondisi persiapan dengan generasi yang diasuh STY.

Menurutnya, skuad 2024 dihuni pemain-pemain berpengalaman seperti Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, Justin Hubner, dan Rafael Struick. 

Tahun ini, nama-nama pemain berkualitas yang terbiasa bermain di level kompetisi tinggi di luar negeri tersebut tidak bisa lagi mengikuti kualifikasi Piala Asia karena kendala usia ketika bertanding di putaran final tahun depan.

Tahun ini, para pemain yang dipanggil mayoritas hanya berlaga di kompetisi domestik dengan menit bermain yang minim. 

Selain itu, Vanenburg juga mengeluhkan waktu latihan Timnas U-23 yang pendek, hanya lima hari sebelum kualifikasi.

Dua Kegagalan Beruntun Vanenburg

Kegagalan di Kualifikasi Piala Asia U23 2026 menambah catatan buruk Vanenburg bersama Timnas U23.

Sebelumnya, ia juga gagal mempersembahkan gelar Piala AFF U23 2025 setelah kalah 0-1 dari Vietnam di final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta (29/7/2025).

Kondisi ini membuat masa depan Vanenburg mulai dipertanyakan.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan, evaluasi terhadap kinerja pelatih berusia 61 tahun itu akan dilakukan oleh Direktur Teknik Alexander Zwiers bersama High Performance Department (HPD).

“Stratanya sudah ada. Nanti technical director dan HPD akan me-review semuanya. Kami ingin pembangunan sepak bola kita berkesinambungan,” kata Erick Thohir.

Dominasi Asia Timur dan Tengah

Meski Indonesia tersingkir, Asia Tenggara masih memiliki dua wakil di putaran final, yakni Vietnam dan Thailand. Keduanya akan bersaing bersama raksasa-raksasa Asia seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia di Arab Saudi.

China menjadi yang teratas di klasemen runner up terbaik dengan tujuh poin, disusul Uzbekistan dan Lebanon dengan poin sama, serta UEA yang finis keempat dengan enam poin dan selisih gol +14.

Hasil ini menunjukkan dominasi Asia Timur dan Asia Tengah dalam persaingan sepak bola muda.

Sementara Indonesia masih perlu berbenah, terutama pentingnya kompetisi profesional usia muda dan distribusi menit bermain pemain di klub agar kembali mampu bersaing di level Asia. ***

Editor : Ibnu Yunianto
#timnas u-23 #korea selatan vs indonesia #Indonesia vs Korea Selatan #shin tae yong #Vanenburg #Gerald Vanenburg #erick thohir #timnas u23 #timnas U23 Indonesia