BULELENG, Radar Bali.id – Kabar kurang menggembirakan datang bagi atlet Kabupaten Buleleng peraih medali di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI Tahun 2025. Berbeda dengan kabupaten lain, Buleleng memastikan penundaan pencairan bonus atas prestasi mereka hingga tahun depan.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng, I Ketut Wiratmaja, membenarkan kebijakan tersebut saat dikonfirmasi pada Minggu (28/9/2025). "Dibagikan tahun depan," ujar Wiratmaja singkat, tanpa memberikan detail lebih lanjut mengenai nominal bonus maupun alasan penundaan.
Keputusan ini menjadi sorotan, mengingat dedikasi atlet Buleleng dalam ajang Porprov 2025 yang berlangsung ketat, terutama di tengah ketimpangan fasilitas dan dukungan dibandingkan daerah unggulan.
Badung dan Gianyar Gerak Cepat: Bonus Naik Signifikan
Penundaan di Buleleng ini sangat kontras dengan komitmen yang ditunjukkan oleh daerah peraih medali teratas, Badung dan Gianyar, yang telah memastikan pencairan bonus di tahun 2025.
Kabupaten Badung (Juara Umum): Bonus Rp 80 Juta Emas Kabupaten Badung yang tampil dominan sebagai juara umum Porprov Bali XVI dengan raihan total 469 medali (191 emas, 130 perak, dan 148 perunggu) memberikan penghargaan tertinggi. Bupati Badung menjanjikan bonus sebesar Rp 80 juta bagi setiap atlet peraih medali emas, menjadikannya insentif tertinggi di ajang ini.
Kabupaten Gianyar (Peringkat Ketiga): Bonus Rp 70 Juta Emas KONI Gianyar juga memastikan bonus atlet dicairkan pada akhir Oktober 2025. Kebijakan ini merupakan realisasi janji Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, yang menaikkan nilai bonus setelah Gianyar berhasil menembus tiga besar klasemen akhir. Dengan total 266 medali (74 emas, 77 perak, dan 115 perunggu), bonus untuk peraih medali emas di Gianyar naik signifikan dari Rp50 juta (Porprov 2022) menjadi Rp 70 juta.
Sementara itu, posisi kedua klasemen ditempati oleh Kota Denpasar yang mengumpulkan total 488 medali.
Porprov Bali XVI Tahun 2025 tidak hanya menjadi ajang pembuktian prestasi atlet, tetapi juga indikator keseriusan dan apresiasi masing-masing pemerintah daerah terhadap atlet lokal sebagai investasi jangka panjang dalam dunia olahraga.[*]
Editor : Hari Puspita