RADAR BALI - Timnas Indonesia akan menghadapi laga hidup mati di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Irak di King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi, pada Minggu (12/9).
Timnas Indonesia sebelumnya mengalami kekalahan pahit 3-2 saat meladeni tuan rumah Arab Saudi.
Hasil tersebut membuat Jay Idzes dkk belum memperoleh poin, sedangkan The Green Falcon memimpin klasemen dengan tiga angka.
Untuk membuka peluang lolos ke Amerika Serikat, Timnas Indonesia harus mengalahkan Irak sehingga tetap berpeluang lolos melalui babak playoff.
Kondisi tersebut terjadi jika Indonesia menjadi runner-up dengan tiga angka dan Arab Saudi menang atau minimal imbang dengan Irak.
Jika timnas hanya mampu bermain imbang atau kalah, kans Indonesia akan langsung hilang.
Alasannya, sulit untuk mengandalkan hasil pertemuan Arab Saudi dan Irak dapat menguntungkan timnas saat mereka berhadapan pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Sebaliknya, jika Indonesia menang dengan lebih dari tiga gol ke gawang Irak serta pada laga terakhir Irak mampu menang atas Arab Saudi, Indonesia akan otomatis lolos ke Piala Dunia dengan status sebagai juara grup.
Kekalahan atas Arab Saudi membuat netizen Indonesia berteriak menuntut evaluasi kinerja tim pelatih.
Gagalnya skema permainan yang disusun Patrick Kluivert yang dibantu trio Denny Landzaat, Gerald Vanenburg, dan Alex Pastoor dituding membuat timnas melempem.
Timnas di era Kluivert dinilai kehilangan kemampuan menyerang karena hanya mengandalkan sektor kanan yang dihuni pemain kurang berpengalaman di level internasional seperti Yakob Sayuri dan Miliano Jonathans.
Skema permainan timnas juga dinilai netizen amburadul sehingga tidak mampu menciptakan peluang berbahaya.
Tak hanya itu, Yakob Sayuri dinilai kurang mampu melakukan transisi dari penyerangan ke bertahan yang berakibat pada dua gol cepat Arab Saudi yang membunuh permainan timnas.
Selain itu, sektor pertahanan yang dihuni Jay Idzes, Kevin Diks, Yakob Sayuri, dan Dean James dinilai kurang kokoh untuk melawan tim kelas dunia.
Hasil itu bahkan terlihat sejak uji coba melawan Lebanon dan China Taipei, namun diabaikan tim pelatih dan akhirnya kena batunya saat melawan Arab Saudi yang lebih kuat dalam menyerang.
Banyaknya dosa Patrick Kluivert tersebut membuat gerah PSSI. Anggota Executive Comitte PSSI Arya Sinulingga mengakui hasil lawan Irak akan menjadi bahan evaluasi tim pelatih.
Patrick Kluivert ditunjuk menggantikan Shin Tae Yong pada Januari 2025 dengan harapan mampu membujuk pemain keturunan grade A untuk mau membela timnas.
Tim pelatih yang dikontrak dua tahun tersebut memang mampu mendatangkan sejumlah pemain abroad, namun gagal memperbaiki sejumlah kelemahan di tubuh timnas. ***
Editor : Ibnu Yunianto