Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jelang Duel Melawan Irak di Round 4 : Warganet Irak Ingatkan “Jebakan” Kebangkitan Timnas Indonesia

Admin Radar Bali • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 14:05 WIB
ANDALAN IRAK  : Bintang Timnas Irak,  Ibrahim Bayesh dan Ali Jassim. (Instagram Ibrahim Bayesh/JPG)
ANDALAN IRAK : Bintang Timnas Irak, Ibrahim Bayesh dan Ali Jassim. (Instagram Ibrahim Bayesh/JPG)

 

RadarBali.id–Laga krusial putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Timnas Irak melawan Timnas Indonesia di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Arab Saudi, pada Minggu (12/10/2025) dini hari Wita, memicu perbincangan panas di kalangan suporter dan media sosial Irak.

Berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya yang cenderung meremehkan, warganet Irak kini menunjukkan kewaspadaan tinggi, bahkan menyebut Indonesia sebagai “jebakan” yang patut dihindari.

Kewaspadaan Setelah Kekalahan Indonesia dari Arab Saudi

Perhatian publik Irak semakin meningkat setelah Timnas Indonesia menelan kekalahan tipis 2-3 dari Arab Saudi di laga sebelumnya.

Akun media sosial sepak bola Irak secara aktif memantau hasil pertandingan tersebut dan langsung mengarahkan fokus pada duel akhir pekan ini.

"Rival Watch - Waktu Penuh: Arab Saudi 3-2 Indonesia. Irak kini harus mengalahkan Indonesia pada hari Sabtu untuk memperebutkan posisi pertama di grup kami," tulis sebuah akun X (sebelumnya Twitter) yang fokus pada sepak bola Irak.

Komentar ini menunjukkan bahwa Irak tidak lagi melihat Indonesia sebagai lawan enteng, melainkan sebagai penentu posisi grup.

Pengamat Sepak Bola Irak: Waspadai Semangat Indonesia yang Bangkit

Kekhawatiran yang sama juga disuarakan oleh para analis dan pandit di Irak. Mantan analis teknis Timnas Irak, Ali Al-Naimi, mengeluarkan peringatan keras mengenai apa yang disebutnya sebagai "jebakan" Indonesia.

Al-Naimi mewanti-wanti pelatih Irak, Graham Arnold, agar tidak terpengaruh dengan kekalahan Indonesia dari Arab Saudi.

 Menurutnya, kondisi mental dan semangat tempur Timnas Indonesia justru bakal bangkit dan menjadi ancaman besar bagi Singa Mesopotamia.

"Tim nasional Irak harus stabil dan tenang dalam pertandingan pertama melawan Indonesia, karena pertandingan inilah yang akan menentukan jalan mereka apakah mereka akan lolos ke Piala Dunia atau tidak," ujar Al-Naimi.

 Ia menekankan bahwa tanggung jawab besar ada di pundak pemain Irak untuk meraih kesuksesan dan membahagiakan para penggemar.

Tekanan Pemerintah dan Harapan Lolos Bersama

Jelang putaran krusial ini, Federasi Sepak Bola Irak (IFA) bahkan mengambil langkah luar biasa dengan membatasi kritik media lokal.

Tindakan ini bertujuan untuk menjaga moral dan fokus tim, menunjukkan betapa krusialnya pertandingan melawan Indonesia dan Arab Saudi.

Menariknya, jauh sebelum undian putaran keempat, beberapa media Irak justru sempat menyatakan harapan agar tidak berada satu grup dengan Indonesia.

Alasannya bukan karena takut, melainkan karena mereka berharap kedua tim (Irak dan Indonesia) bisa sama-sama lolos ke Piala Dunia 2026.

Namun kini, kenyataan telah mempertemukan mereka dalam satu grup penentu.

Dengan adanya tekanan tinggi dari Federasi serta harapan besar dari para suporter, Timnas Irak dipastikan akan tampil all-out.

Namun, semangat juang dan potensi kejutan dari skuad Garuda di bawah pelatih Patrick Kluivert tetap menjadi poin yang paling diwaspadai oleh publik sepak bola Irak.[Dirangkum dari berbagai sumber*]

Editor : Hari Puspita
#timnas indonesia #FIFA World Cup #timnas irak #kualifikasi piala dunia #Round 4