DENPASAR, Radar Bali.id - Keputusan Bali United Basketball untuk absen dari kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) musim 2026 mulai memunculkan efek domino. Tim yang dipastikan mundur karena pertimbangan efisiensi internal perusahaan itu kini harus merelakan jajaran staf dan pelatihnya menyebar ke klub-klub lain.
Nama pertama yang resmi pindah adalah Asep Nugroho, pelatih fisik (Strength and Conditioning Coach) yang telah mendampingi Tridatu Warriors sejak 2021. Asep kini resmi bergabung dengan Tangerang Hawks Basketball, menandai berakhirnya kiprah Bali United Basketball di kancah profesional, setidaknya untuk sementara.
Pelatih kepala Bali United, I Gusti Ngurah Rusta Wijaya atau Coach Rusta, membenarkan kabar mundurnya tim tersebut. "Sudah fix. Untuk alasannya, saya kurang paham," ujarnya singkat.
Efisiensi Perusahaan Jadi Alasan Utama
Direktur IBL, Junas Miradiarsyah, mengonfirmasi bahwa mundurnya Bali United lebih disebabkan oleh faktor internal. "Bali United melakukan efisiensi karena merupakan perusahaan terbuka (IPO). Jadi keputusan itu didasari pertimbangan pembukuan dan efisiensi di seluruh lini, bukan hanya basket," jelas Junas.
Kabar ini membuat IBL 2026 hanya akan diikuti oleh 11 tim. Selain Bali United, tim lain yang absen adalah Bima Perkasa Jogjakarta, sementara Prawira Bandung absen karena reposisi home base Satria Muda Pertamina.
Tangerang Hawks Diuntungkan, Coach Rusta Beri Restu Pindah
Asep Nugroho, yang dikenal sebagai lulusan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY dan pelatih fisik senior di kancah nasional (pernah menangani Pacific Caesar, CLS Knights, hingga Timnas Indonesia), menjadi asset berharga yang langsung diamankan oleh Tangerang Hawks.
Di Hawks, Asep akan bekerja sama dengan Oleh Halim, mantan pelatih kepala Bima Perkasa Jogja, yang kini menjadi asisten pelatih. Keduanya akan membantu head coach Slavoljub Gorunovic.
"Dengan kehadiran Asep dan Oleh, kami berharap tim ini lebih siap secara taktik dan fisik. Keduanya punya pengalaman besar di IBL," kata manajemen Hawks. Kedatangan dua sosok berpengalaman dari tim yang mundur ini membuat Hawks menjadi salah satu klub yang paling diuntungkan.
Meskipun kontrak jajaran pelatih Bali United masih berlaku hingga Desember 2025, Coach Rusta menyebut bahwa pihak klub memberikan kebebasan bagi mereka yang mendapat tawaran dari klub lain.
"Untuk coaching staff, masih terikat kontrak sampai bulan Desember, namun klub membolehkan pindah bila ada tawaran," jelasnya.
Selain staf, beberapa pemain Bali United juga mulai dilirik oleh klub-klub lain setelah kontrak mereka berakhir. Coach Rusta berharap potensi dan talenta basket Bali yang besar akan tetap menemukan jalannya di level nasional, meski tim kebanggaan Pulau Dewata ini harus rehat sementara.[*]
Editor : Hari Puspita