BADUNG, RadarBali.id – Pulau Dewata kian memantapkan posisinya bukan hanya sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga magnet utama bagi para pecinta olahraga luar ruang (outdoor).
Antusiasme terhadap lari, khususnya lari lintas alam (trail run) dan maraton, di Bali terus menunjukkan lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Puncak dari geliat ini terlihat pada ajang Zinc Trail Run 2025 yang baru saja rampung digelar di Pantai Pandawa, Badung. Event ini sukses menarik perhatian hampir 1.700 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, menegaskan bahwa Bali kini menjadi salah satu pusat kegiatan lari terbesar di Tanah Air.
Pembatasan Peserta Jaga Pengalaman Maksimal
Menurut Steven Sean, Brand Manager Zinc Shampoo sekaligus penyelenggara acara, tingginya minat pelari terhadap event yang diadakan di Bali tidak pernah surut.
”Antusiasnya benar-benar luar biasa. Banyak yang ingin ikut, tapi kami batasi agar peserta tetap nyaman dan bisa menikmati pengalaman maksimal,” ujar Steven usai penutupan acara.
Pembatasan ini dilakukan demi menjaga kualitas dan keamanan pengalaman lari yang ditawarkan.
Berbeda dari penyelenggaraan tahun sebelumnya, Zinc Trail Run kali ini menawarkan tiga kategori lomba dengan rute yang jauh lebih menantang.
Para pelari harus menaklukkan rute yang bervariasi, melintasi pasir pantai yang landai, melewati batu karang yang licin, hingga menanjak di bukit-bukit kecil sekitar kawasan Pandawa.
Karakter Alam Bali Dinilai Ideal untuk Trail Run
Steven Sean menilai karakter alam Bali yang bervariasi—mulai dari pantai, hutan, hingga pegunungan—membuat pulau ini sangat ideal untuk pengembangan olahraga lari, khususnya trail run.
”Bali punya banyak lokasi menarik untuk lari. Kami sudah pernah adakan di Ubud dan Pandawa, semua punya keunikan sendiri. Potensinya besar sekali. Kami akan terus eksplor lokasi-lokasi baru yang menantang dan menarik,” tambahnya.
Bali Sebagai Destinasi Wisata Olahraga Baru
Selain Zinc Trail Run, sejumlah even lari lain seperti Bali Marathon, Bali Ultra, dan Ubud Run juga semakin populer dan menjadi daya tarik wisata baru yang menguntungkan daerah.
Ajang-ajang lari berskala nasional dan internasional ini tidak hanya memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata olahraga, tetapi juga sukses mendorong partisipasi masyarakat lokal untuk aktif berolahraga.
Dengan kombinasi keindahan alam yang memukau, dukungan komunitas pelari yang kuat, dan meningkatnya kualitas serta jumlah event, perkembangan lari di Bali diprediksi akan terus menanjak, menjadikannya ikon baru pariwisata Indonesia.[*]
Editor : Hari Puspita