Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bali Dominan di Kabaddi Indonesia, Sabet Dua Perak SEA Games 2025, Kualitas Wasit Jadi Sorotan

I Wayan Widyantara • Selasa, 16 Desember 2025 | 12:43 WIB
DUA PERAK : Tim nasional kabaddi Indonesia mengawinkan dua medali perak pada ajang SEA Games Thailand 2025 . (Foto Kabaddi Bali untuk Radar Bali)
DUA PERAK : Tim nasional kabaddi Indonesia mengawinkan dua medali perak pada ajang SEA Games Thailand 2025 . (Foto Kabaddi Bali untuk Radar Bali)

 

RadarBali.id– Tim Nasional Kabaddi Indonesia mencetak prestasi gemilang dengan membawa pulang dua medali perak sekaligus dari arena SEA Games Thailand 2025.

Perolehan ini diraih dari nomor bergengsi Standard Style Putra dan Putri setelah melalui pertarungan yang sangat ketat di babak final, Minggu (14/12/2025) sore waktu setempat, di Chalermphrakiat Sports Center.

Perlawanan Heroik Lawan Tuan Rumah

Sekretaris Jenderal Kabaddi Indonesia, Maryoto Subekti, mengungkapkan bahwa laga final berjalan dengan intensitas tinggi. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan atlet Merah Putih yang berani memberikan perlawanan sengit, terutama kepada tuan rumah Thailand.

"Pertandingan berjalan sangat ketat. Setiap tim berjuang maksimal untuk meraih medali dan mencatatkan skor terbaik," ujar Maryoto Subekti.

Tim Putra: Pengalaman Thailand Jadi Pembeda

Di sektor putra, tim Indonesia yang diperkuat oleh nama-nama seperti I Made Rai Suastika, I Gede Jaya Guna, hingga Wahyu Bramasta, tampil dengan mengandalkan variasi serangan cepat dan pertahanan rapat.

Namun, keunggulan pengalaman tim Thailand, yang diketahui menjalani pemusatan latihan intensif di India, menjadi kunci kemenangan mereka. Sempat berupaya mengimbangi, Timnas Putra Indonesia harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 31-23. Malaysia dan Singapura berbagi perunggu.

Nyaris Meraih Emas di Tengah Kontroversi Wasit

Drama terbesar terjadi di final putri. Tim yang diperkuat Dwiyani Putri, Oming Arkasari, dan kawan-kawan tampil agresif dan bahkan sempat memimpin pertandingan dengan skor tipis 31-30.

Namun, suasana pertandingan sempat memanas. Para pemain Merah Putih merasa dirugikan oleh beberapa keputusan wasit, membuat Sekjen Maryoto Subekti harus turun langsung ke lapangan untuk menenangkan tim.

Dalam tekanan psikologis yang berat, Timnas Putri akhirnya harus menyerah tipis dengan skor 31-34 kepada Thailand.

Modal Berharga Menuju Nomor Berikutnya

Maryoto Subekti menilai dua perak ini adalah modal berharga dan motivasi besar. Indonesia masih memiliki peluang di nomor Super Five (putra dan putri) serta Three Star (putra dan putri).

"Capaian ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk merebut kemenangan pada dua nomor lainnya. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk strategi pertandingan pada nomor berikutnya," tegas Maryoto.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pelatih: Rega Padmawan, Riski Hadinata, I Gusti Ayu Putu Martini, dan Ngurah Adi Santika, serta dukungan dari Kemenpora, Komite Olimpiade Indonesia, dan seluruh jajaran organisasi kabaddi di Indonesia.

Fakta Menarik, mayoritas atlet Timnas Kabaddi Indonesia di SEA Games kali ini adalah atlet-atlet yang berasal dari Bali, menunjukkan dominasi regional dalam olahraga ini.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#kepemimpinan wasit #sea games #medali perak #Kabaddi Bali #kabaddi Indonesia