RADAR BALI - Pertandingan krusial pekan ke-15 Super League 2025/2026 yang mempertemukan Semen Padang melawan Persija Jakarta berada dalam bayang-bayang situasi darurat bencana.
Laga yang dijadwalkan digelar pada Senin, 22 Desember 2025, pukul 19.00 WIB di Stadion H. Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, harus menghadapi situasi sulit akibat bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang dan sekitarnya.
Lokasi bencana yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan parah dilaporkan hanya berjarak sekitar 10 km dari stadion. Kondisi ini secara masif memengaruhi persiapan tim berjuluk Kabau Sirah tersebut.
Pelatih Semen Padang Dejan Antonic mengungkapkan bahwa fokus para pemain terpecah antara tanggung jawab profesional dan masalah keluarga.
"Kemarin ada beberapa pemain yang bersih-bersih rumah karena orang tuanya tinggal di sana," kata Dejan.
"Saya cuma mau bilang pemain ada fokus lebih untuk keluarganya dahulu daripada sepak bola. Saya hanya bersikap seperti manusia."
Kekacauan mental ini bahkan sudah terasa sejak pekan sebelumnya, di mana Semen Padang harus menelan kekalahan 1-2 dari Persik Kediri.
Dejan berharap, timnya bisa memberikan permainan terbaik saat menjamu Macan Kemayoran.
Permintaan Tukar Home-Away Ditolak I.League
Menanggapi kondisi darurat bencana, Semen Padang sebenarnya sempat mengajukan permohonan resmi kepada operator kompetisi untuk mengubah venue pertandingan.
Semen Padang meminta agar laga pekan ke-15 ini diubah menjadi laga tandang di Jakarta dan laga putaran kedua (pekan ke-34) menjadi laga kandang di Padang.
Hal ini diajukan karena terganggunya kesiapan infrastruktur, keamanan, dan kelayakan pelaksanaan pertandingan.
Namun, I.League menolak permintaan tersebut karena Persija juga tidak dapat menggunakan Stadion JIS pada 22 Desember 2025.
“Oleh karena itu kami meminta kepada klub Semen Padang FC untuk tetap melaksanakan pertandingan antara Semen Padang FC vs PERSIJA Jakarta pada tanggal 22 Desember 2025 di Stadion H. Agus Salim, Padang tetap sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” bunyi surat balasan dari I.League.
Upaya Pematangan Tim dan Amunisi Baru
Di tengah kemelut jadwal dan bencana, Semen Padang memanfaatkan masa jeda kompetisi untuk mematangkan persiapan.
Manajer Semen Padang FC Masykur Rauf menjelaskan tim pelatih memutuskan menggelar pemusatan latihan di luar Kota Padang.
Semen Padang menggelar dua pertandingan uji coba di Jakarta untuk menguji strategi dan komposisi pemain, yaitu melawan FC Bekasi City dan melawan Adhyaksa FC Banten.
Agenda uji coba tersebut untuk adaptasi dua pemain baru yang didatangkan menjelang putaran kedua, yakni bek kanan asal Kongo Ravy Tsouka dan gelandang serang asal Kanada Kianz Froese.
Selain itu, Semen Padang juga dikabarkan akan mendatangkan gelandang eks PSIS Semarang asal Mali Baubakary Diarra.
Kedatangan amunisi baru ini dinilai krusial mengingat Kabau Sirah sedang dalam periode sulit di Super League 2025/2026.
Semen Padang hanya meraih dua kemenangan, satu hasil imbang, dan 10 kekalahan hingga pekan ke-13.***
Editor : Ibnu Yunianto