RADAR BALI - Performa lini belakang Bali United hingga pekan ke-14 Super League 2025/2026 menjadi sorotan tajam.
Hingga saat ini, gawang Serdadu Tridatu tercatat sudah kemasukan 18 gol, sebuah angka yang cukup mengkhawatirkan bagi tim yang berambisi memburu gelar juara.
Ketergantungan yang terlalu tinggi pada Joao Ferrari membuat lubang besar muncul setiap kali sang bek asing absen atau ditekan lawan, mengakibatkan tim kini mengantongi selisih gol negatif (18 kemasukan, 16 gol).
Kebutuhan akan bek lokal berkualitas yang mampu melapisi sekaligus menjadi tandem sepadan bagi Ferrari pun menjadi prioritas utama manajemen pada jendela transfer Januari ini.
Bali United dikabarkan akan mendatangkan pemain lokal berposisi bek tengah yang saat ini membela Persib Bandung, Al Hamra Hehanusa.
Menariknya, Bali United tidak sendirian; mereka dilaporkan harus bersaing sengit dengan Persik Kediri yang juga ingin memulangkan mantan pemain andalannya tersebut.
Hamra Hehanussa baru saja didatangkan Maung Bandung pada bursa transfer lalu. Namun sayangnya, ia sama sekali belum mendapatkan kepercayaan dari pelatih Bojan Hodak untuk mengawal lini belakang Persib.
Selama membela Persik sebelumnya, Hamra tampil impresif dengan 68 kali bermain, mencetak 5 gol, dan 3 asis.
Sejak didatangkan dari Persik Kediri, Hamra sama sekali belum pernah merasakan menit bermain di kompetisi resmi, baik Super League maupun AFC Champions League Two (ACL Two).
Persaingan di lini belakang Persib memang sangat berat. Hamra harus memperebutkan posisi dengan tiga bek asing tangguh: Federico Barba, Julio Cesar, dan Patricio Matricardi.
Minimnya menit bermain ini membuat rumor kepindahannya semakin kuat. Meskipun Persik Kediri berniat meminjamnya kembali, Bali United dikabarkan masuk ke dalam bursa perburuan dengan tawaran yang tak kalah menarik sebesar Rp 3,91 miliar sesuai nilai pasarnya.
The "Ferrari-Hamra" Wall
Jika transfer ini terwujud, pelatih Bali United diprediksi akan menciptakan benteng pertahanan baru guna menekan angka 18 gol kebobolan.
Hamra dianggap sebagai pendamping yang secara profil lebih cocok untuk Joao Ferrari. Ferrari akan bertugas sebagai aggressive Stopper untuk memenangkan duel udara.
Sementara Hamra akan berperan sebagai covering defender yang menyapu bola bocor dan menutup ruang kosong dengan kecepatannya.
Selain teknis, kehadiran bek dengan kaki dominan kiri ini memberikan efisiensi kuota pemain asing yang bisa dialokasikan untuk sektor lain.
Eksel Runtukahu Ideal untuk Tandem Boris Kopitovic
Selain pembenahan di sektor pertahanan, manajemen Bali United juga tengah melakukan evaluasi serius terhadap produktivitas lini serang.
Sorotan utama tertuju pada perbandingan efisiensi antara ujung tombak asing saat ini, Boris Kopitovic, dengan striker lokal Eksel Runtukahu.
Berdasarkan data statistik hingga pertengahan musim 2025/2026, perbedaan ketajaman antara keduanya terlihat cukup mencolok.
Boris Kopitovic tercatat baru mengoleksi 3 gol dari 28 percobaan tembakan.
Meskipun aktif mengancam gawang lawan dengan 12 tembakan akurat, akurasi tembakannya tertahan di angka 42,8 % dengan tingkat konversi gol (goal conversion rate) yang tergolong rendah, yakni hanya 10,7 %.
Hal ini dipertegas dengan catatan waktu yang ia butuhkan untuk mencetak gol, di mana Boris rata-rata memerlukan 388 menit untuk sekali mencatatkan namanya di papan skor.
Di sisi lain, Eksel Runtukahu muncul sebagai sosok penyerang yang jauh lebih klinis dan efektif. Dengan jumlah tembakan yang lebih sedikit, yakni 19 kali, Eksel justru mampu melesakkan 5 gol ke gawang lawan.
Kualitas penyelesaian akhirnya terbukti lewat akurasi tembakan yang mencapai 57,9 % serta tingkat konversi gol yang sangat tinggi di angka 26,3 %.
Secara efisiensi waktu, Eksel hanya membutuhkan 148 menit untuk mencetak satu gol, lebih dari dua kali lipat lebih cepat dibandingkan catatan Boris.
Jika keduanya berduet, Boris akan menjadi magnet yang menarik perhatian bek lawan lewat kekuatan fisiknya, sementara Eksel akan memanfaatkan bola pantulan (knock-down) untuk mencetak gol dengan insting poacher-nya.
Eksel juga bisa menjadi opsi utama ketika striker muda Jens Raven lebih banyak bermain untuk negara.***
Editor : Ibnu Yunianto