RADAR BALI - Tren coach lama bergabung kembali (CLBK) juga terjadi di Persijap Jepara.
Melalui pengumuman resmi pada Jumat (19/12), manajemen Laskar Kalinyamat mengonfirmasi penunjukan Divaldo Da Silva Teixeira Alves sebagai nakhoda baru mereka.
Kehadiran pelatih asal Portugal ini merupakan langkah strategis manajemen untuk memperbaiki posisi tim di klasemen.
Divaldo datang menggantikan posisi pelatih sebelumnya setelah ia menyelesaikan masa tugasnya bersama PSBS Biak pada pekan ke-14 musim ini.
Bagi publik Jepara, Divaldo Alves bukanlah orang asing. Ia memiliki ikatan historis yang kuat dengan Persijap karena pernah menangani tim ini pada tahun 2010 saat berkompetisi di Indonesia Super League (ISL).
Meski periode pertamanya di Bumi Kartini tergolong singkat karena tekanan besar dari suporter akibat hasil imbang melawan Persiba Balikpapan dan kekalahan dari PSM Makassar, kembalinya Divaldo tetap dipandang sebagai momen nostalgia.
Manajemen berharap pengalamannya memahami kultur sepak bola lokal dapat membangkitkan karakter permainan tim dengan cepat.
Rekam Jejak Internasional dan Domestik
Divaldo Alves membawa resume yang sangat impresif ke Jepara. Memulai karier di Portugal, ia tercatat pernah menjadi pemandu bakat dan pelatih tim muda untuk klub raksasa SL Benfica di Lisbon, Portugal.
Pengalaman internasionalnya pun membentang dari Malaysia, Lithuania, Oman, hingga Kenya.
Di Indonesia, namanya melambung berkat beberapa pencapaian krusial:
PSMS Medan (2008-2009): Membawa tim melaju hingga perempat final Piala AFC.
Persebaya 1927 (2011-2012): Memenangkan Unity Cup dan membawa tim menjadi runner-up liga.
Persik Kediri (2022-2023): Menciptakan rekor fenomenal 9 kemenangan beruntun dan menyelamatkan tim dari zona degradasi.
Direktur Teknik Persijap Mario Lemos menegaskan bahwa disiplin dan kemampuan membangun skuat yang solid menjadi alasan utama pemilihan pelatih berlisensi Pro-CONMEBOL ini.
"Kami percaya coach Divaldo memahami betul karakter permainan tim Persijap. Manajemen memutuskan bekerja sama demi memperbaiki posisi di klasemen BRI Super League 2025/26. Pengalamannya di masa lalu menjadi nilai tambah," ujar Mario Lemos.
Divaldo dikenal menyukai formasi 4-3-3 dengan transisi cepat dan organisasi pertahanan yang disiplin.
Kemampuannya membangkitkan mentalitas pemain lokal, seperti yang ia tunjukkan saat membawa Persik Kediri mengalahkan tim besar seperti Persib dan Persija, diharapkan bisa terulang di Persijap.
Dalam pernyataan perdananya, Divaldo mengakui bahwa militansi suporter Jepara menjadi motivasi utamanya untuk kembali.
"Saya pernah berada di sini sebelumnya, dan saya tahu betul bagaimana besar dukungan suporter Persijap. Saya datang dengan semangat baru dan target membawa tim ini melangkah lebih baik," tegas Divaldo.
Kini, dengan kombinasi pengalaman masa lalu di Bumi Kartini dan reputasinya sebagai pelatih spesialis "pembangkit tim", Persijap Jepara menatap sisa musim 2025/26 dengan optimisme baru.***
Editor : Ibnu Yunianto