RADAR BALI – Persebaya Surabaya bersiap menjamu Persijap Jepara dalam laga tunda pekan kedelapan Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (28/12/2025) malam.
Di tengah ambisi mengamankan poin di kandang, tim kebanggaan Kota Pahlawan ini harus menghadapi kenyataan pahit: lini serang mereka dipastikan pincang.
Dua motor serangan utama, Bruno Moreira dan Francisco Rivera, dipastikan absen.
Bruno harus menepi akibat akumulasi kartu kuning, sementara Rivera masih menjalani skorsing kartu merah.
Tak hanya di depan, sektor pertahanan pun rapuh menyusul absennya bek asing Risto Mitrevski yang tengah menjalani pemulihan pasca-operasi.
Kondisi Koko Ari Araya juga masih diragukan karena baru pulih dari cedera panjang.
Tumpuan Harapan pada Diego Mauricio
Di tengah badai absennya pemain pilar, sosok Diego Mauricio muncul sebagai secercah harapan.
Penampilannya saat menahan imbang pemuncak klasemen Borneo FC dengan skor 2-2 pekan lalu menuai pujian.
Menjadi starter untuk kali pertama musim ini, Diego membuktikan bahwa ia adalah jawaban atas krisis lini depan.
Asisten Pelatih Persebaya Shin Sang-gyu memberikan kredit khusus atas kontribusi pemain asal Brasil tersebut.
Pergerakan tanpa bola dan kemampuannya dalam duel udara dinilai sangat membantu membuka ruang bagi gelandang dan winger lainnya.
”Diego adalah pemain yang berpengalaman. Kami sudah tahu kualitasnya, terutama pergerakannya yang tajam di dalam kotak penalti. Ia juga menunjukkan bahwa ia lapar dan termotivasi,” puji Coach Shin.
Alarm Bahaya dari Papan Bawah
Secara peringkat, Persebaya yang berada di posisi kesembilan (19 poin) jauh lebih unggul dibandingkan Persijap Jepara yang terpuruk di posisi dua terbawah dengan sembilan poin.
Namun, statistik menunjukkan Green Force belum mencatatkan clean sheet dalam enam laga terakhir dan belum memenangkan pertandingan dalam lima percobaan terakhir.
Kekalahan mengejutkan Persija Jakarta dari Semen Padang pekan lalu menjadi pengingat bagi Persebaya bahwa tim papan bawah yang berjuang lepas dari zona degradasi seringkali bermain tanpa beban dan sangat berbahaya.
”Daya juang tinggi Persijap menjadi peringatan serius agar Green Force tidak terpeleset di kandang sendiri. Tim-tim yang terancam degradasi biasanya tampil habis-habisan,” tambah Coach Shin.
Pertandingan ini juga menjadi momen transisi krusial bagi Persebaya. Manajemen resmi menunjuk Bernardo Tavares, pelatih yang sukses membawa PSM Makassar menjuarai liga pada 2022/2023, sebagai pelatih kepala baru.
Meski Tavares kemungkinan belum bisa mendampingi tim di pinggir lapangan karena kendala administratif, kehadirannya telah memberikan suntikan motivasi.
"Surabaya, aku datang. Terima kasih atas profesionalisme manajemen Persebaya," ujar Tavares dalam salam pembukanya.
Tanpa pilar utama, beban untuk menjaga stabilitas tim kini bertumpu pada pemain seperti Rachmat Irianto, Milos Raickovic, dan talenta muda Toni Firmansyah.
Kemenangan melawan Laskar Kalinyamat menjadi harga mati untuk mengembalikan kepercayaan diri sekaligus menjadi modal awal yang manis bagi era kepemimpinan Bernardo Tavares.***
Editor : Ibnu Yunianto