RADAR BALI – Persijap Jepara mengusung misi besar saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya dalam laga tunda pekan ke-8 Super League 2025/2026.
Meski menyadari status tuan rumah sebagai lawan yang sulit, Laskar Kalinyamat datang ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (28/12/2025) sore, dengan tekad bertarung habis-habisan selama 90 menit.
Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sengit karena kedua tim membawa kepentingan berbeda.
Persebaya Surabaya berambisi menjaga konsistensi di papan tengah, sementara Persijap Jepara sedang berjuang keras untuk keluar dari zona bawah klasemen.
Striker andalan Persijap asal Brasil Carlos Franca memastikan dirinya dalam kondisi siap tempur. Baginya, atmosfer GBT dan tekanan dari suporter tuan rumah bukanlah penghalang untuk tampil maksimal.
Dia menegaskan bahwa seluruh penggawa Persijap telah menyiapkan mental dan fokus penuh. "Laga lawan Persebaya nanti adalah pertandingan yang sangat sulit. Tapi kita akan fokus dalam 90 menit supaya kita bisa mendapatkan hasil positif di sini," ujar Carlos Franca dengan nada optimistis.
Franca memang menjadi tumpuan utama lini depan Persijap musim ini. Pemain berpostur 173 sentimeter tersebut tercatat sebagai pemain paling produktif di skuad dengan koleksi enam gol dan satu assist dari 12 pertandingan.
Kecepatan serta pergerakan tanpa bolanya diharapkan mampu membongkar pertahanan lawan sekaligus menjadi pemimpin bagi rekan-rekan setimnya di lapangan.
Persebaya Tampil dengan Kekuatan Penuh
Di sisi lain, Persebaya Surabaya menyambut laga ini dengan kepercayaan diri tinggi. Tim berjuluk Bajol Ijo tersebut dipastikan akan menurunkan best eleven mereka seiring kembalinya pilar-pilar penting seperti Risto Mitrevski, Bruno Moreira, dan Francisco Rivera.
Caretaker Pelatih Persebaya Uston Nawawi mengungkapkan bahwa kembalinya para pemain utama memberikan lebih banyak opsi taktis. Namun, ia mengingatkan anak asuhnya agar tidak memandang remeh posisi Persijap di klasemen.
"Kondisi tim semakin baik. Beberapa pemain yang sebelumnya absen sudah kembali dan ikut berlatih penuh. Tapi kami ingatkan pemain untuk tidak meremehkan Persijap yang saat ini berada di posisi bawah," tegas Coach Uston saat sesi konferensi pers.
Ambisi Memutus Tren Imbang
Bek tengah Persebaya Rachmat Irianto menambahkan bahwa kemenangan adalah harga mati bagi timnya.
Anak legenda Persebaya Bejo Sugiantoro ini merasa tim perlu menebus hasil kurang maksimal dalam beberapa laga terakhir yang didominasi oleh hasil imbang.
"Dengan hasil imbang lima kali, sebagai pemain saya sedikit malu. Banyak peluang terbuang dan banyak kebobolan. Mau tidak mau, kemenangan adalah obat untuk semuanya," tandas pemain yang akrab disapa Rian tersebut.
Dengan tekad Persijap yang ingin bermain terbuka dan kembalinya kekuatan inti Persebaya, duel di Gelora Bung Tomo sore ini dipastikan akan menjadi tontonan menarik bagi para pecinta sepak bola nasional.***
Editor : Ibnu Yunianto