Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jan Olde Kecewa Lini Depan Dewa United Mandul, Bali United Klaim Kuasai Permainan

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 30 Desember 2025 | 22:55 WIB
PR PENYELESAIAN AKHIR - Pemain Bali United dan Dewa United dalam laga di Stadion Wayan Dipta (29/12).
PR PENYELESAIAN AKHIR - Pemain Bali United dan Dewa United dalam laga di Stadion Wayan Dipta (29/12).

RADAR BALI - Pertandingan tunda pekan ke-8 BRI Super League 2025/26 yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (29/12) sore WIB, berakhir tanpa pemenang. Dewa United Banten FC sukses mencuri satu poin setelah menahan imbang tuan rumah Bali United FC dengan skor kacamata 0-0.

Hasil ini membuat Bali United tertahan di peringkat ke-8 klasemen sementara dengan raihan 21 poin. Sementara itu, Dewa United masih berjuang di posisi ke-14 dengan koleksi 17 poin.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Bali United sebenarnya langsung mengambil inisiatif serangan. Motor serangan yang digerakkan oleh Boris Kopitovic, Jordy Bruijn, Thijmen Goppel, hingga Kadek Agung berkali-kali merepotkan barisan pertahanan lawan.

Meski terus menekan, penyelesaian akhir yang buruk menjadi kendala utama bagi Serdadu Tridatu. Hingga turun minum, papan skor tetap tidak berubah.

Pelatih Bali United Johnny Jansen mengakui timnya mendominasi namun gagal dalam eksekusi akhir. "Saya sangat kecewa melihat hasil imbang di rumah karena tim ini mampu menciptakan banyak peluang namun tidak berbuah gol," ujar Jansen.

Walau kecewa, Jansen mencatat adanya sisi positif berupa peningkatan penguasaan bola dan chemistry antar pemain yang kian solid.

Memasuki paruh kedua, Jan Olde Riekerink melakukan perubahan taktik yang signifikan. Masuknya dua pilar Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly dan Egy Maulana Vikri, mengubah arah permainan.

Dewa United berbalik menekan lini pertahanan Bali United. Statistik mencatat Dewa United melepaskan total 14 tembakan dengan 6 di antaranya tepat sasaran yang mengancam gawang Mike Hauptmeijer. 

Jan Olde Riekerink menilai anak asuhnya sebenarnya sudah tampil maksimal sepanjang pertandingan. Namun, ia tidak bisa menyembunyikan rasa kecewa terhadap buruknya penyelesaian akhir yang membuat banyak peluang emas terbuang percuma.

Selain masalah konversi gol, Jan Olde menyoroti strategi man to man marking yang diterapkan Bali United karena terbukti sangat efektif menyulitkan aliran bola timnya.

Kondisi ini diperparah dengan ritme pertandingan yang sering terhenti akibat banyaknya aksi protes dan pelanggaran, sehingga skema permainan yang telah disusun tidak dapat berjalan secara konsisten.

"Kami mencoba mendominasi, tapi ada momen-momen ceroboh yang membuat peluang gagal dikonversi jadi gol. Kalau bisa cetak gol lebih dulu, hasilnya mungkin berbeda," tutur Jan Olde.

Hasil imbang ini menjadi alarm bagi kedua tim untuk segera berbenah. Bagi Bali United, tumpulnya lini depan di laga kandang menjadi pekerjaan rumah besar.

Untuk memperkuat daya gedor di putaran kedua, manajemen Bali United dipastikan akan mendatangkan pemain asal Jepang, Teppei Yachida.

Di sisi lain, Dewa United perlu menjaga konsistensi permainan mereka agar bisa segera menjauh dari papan bawah klasemen BRI Super League 2025/26.***

Editor : Ibnu Yunianto
#dewa united #Johnny Jansen #Thijmen Goppel #Boris Kopitovic #Jan Olde Riekerink #stefano lilipaly #bali united vs dewa united #egy maulan vikri #bali united #kadek agung #Jordy Bruijn