RADAR BALI – Pertandingan pekan ke-14 Championship (Liga 2) yang mempertemukan Kendal Tornado FC melawan PSS Sleman di Stadion Sriwedari, Senin (5/1/2026) malam, berlangsung penuh drama.
Diwarnai keputusan VAR kontroversial hingga hujan kartu, tim berjuluk Super Elja harus menyerah kalah dengan skor tipis 2-1.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Kendal Tornado FC langsung mengambil inisiatif serangan. Menit ke-14, mereka hampir unggul lewat peluang emas Felipe Silva, namun bola membentur pertahanan PSS dan hanya menghasilkan sepak pojok.
Ketegangan mulai meningkat di menit ke-17 saat Ryan Aprianto melakukan pelanggaran keras terhadap Ferrel Arda. Wasit Hamdi sempat berkomunikasi dengan ruang VAR untuk mengecek potensi kartu merah, meski akhirnya hanya membuahkan kartu kuning.
Petaka bagi PSS Sleman benar-benar dimulai pada menit ke-30. Pelanggaran Kanu Helmiawan terhadap Patrick Cruz di kotak terlarang memaksa wasit kembali meninjau VAR.
Hasilnya, penalti diberikan untuk tuan rumah. Patrick Cruz yang maju sebagai algojo sukses mengeksekusi bola dengan tenang ke sisi kiri gawang, mengubah skor menjadi 1-0.
Menjelang turun minum, situasi semakin memburuk bagi tim tamu. Ferrel Arda terlibat benturan keras dengan Ryan Aprianto. Setelah mendapatkan penanganan medis, wasit justru memberikan kartu kuning kedua bagi Ferrel. PSS Sleman pun harus melanjutkan laga dengan 10 pemain.
Babak Kedua: Jual Beli Serangan dan Drama VAR
Memasuki babak kedua, pelatih PSS, Ansyari Lubis, merespons ketertinggalan dengan melakukan rotasi. Hasilnya positif; pada menit ke-55, Gustavo Tocantins sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan umpan lambung akurat dari Dominikus Dion.
Namun, kegembiraan PSS tidak bertahan lama. Lima menit berselang, Kendal Tornado FC kembali memimpin. Melalui skema tendangan pojok, Juan Morales berhasil menyambar bola mati dan menggetarkan jala gawang Ega Rizky. Skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan tuan rumah.
PSS Sleman sebenarnya memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-80 melalui gol kedua Gustavo Tocantins. Namun, setelah melakukan pengecekan VAR, wasit menganulir gol tersebut karena bola lebih dulu menyentuh tangan Ichsan Pratama dalam proses terjadinya gol.
Di masa injury time, Kendal Tornado sempat mencetak gol ketiga lewat Patrick Cruz, namun gol tersebut juga dianulir oleh hakim garis. Hingga laga usai, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Kendal Tornado FC.
Implikasi Klasemen
Kekalahan ini membuat PSS Sleman tertahan di posisi kedua klasemen sementara Grup Timur dengan raihan 30 poin. Sebaliknya, tambahan tiga poin ini mengatrol posisi Kendal Tornado FC ke peringkat keempat dengan koleksi 26 poin, sekaligus menjaga asa mereka untuk bersaing di papan atas.
Susunan Pemain Utama:
Kendal Tornado FC: Try Hamdani (GK); Juan Morales, Agung Prasetyo, Dimas Karno; Yudha Alkanza, Ibnu Hajar, Bayu Mohamad, Felipe Ryan, M Ragil, Akbar Firmansyah; Patrick Cruz.
PSS Sleman: Ega Rizky (GK); Farrel Arda, Fachruddin, Kevin Gomes, M Salman; Fadhilah Tegar, Kim Kurniawan, Dominikus Dion; Ichsan Pratama, Gustavo Tocantins, Riko Simanjuntak.
Editor : Ibnu Yunianto