RADAR BALI – Malut United semakin menunjukkan tajinya di kompetisi Super League 2025-2026. Laskar Kie Raha baru saja mencatatkan hasil impresif dengan menggilas PSBS Biak lewat skor telak 6-2 pada pekan ke-16.
Kemenangan ini tidak hanya mempercantik catatan positif tim, tetapi juga menjadi modal berharga untuk menantang Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Saat ini, anak asuh Hendri Susilo mantap bertengger di posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi 34 poin dari 16 pertandingan. Pencapaian ini menjadi bukti nyata konsistensi Malut United yang hanya mengalami dua kekalahan sepanjang musim.
Menariknya, Yance Sayuri dan kawan-kawan tampil sangat garang saat menghadapi tim-tim besar. Mereka sukses mengalahkan Borneo FC dan Persib Bandung, serta berhasil menahan imbang Persija Jakarta.
"Raihan tiga poin sangat mengangkat moral kami untuk bersaing di papan atas klasemen. Semoga pemain bisa konsisten, termasuk ketika menjalani laga berikutnya," ujar pelatih Malut United Hendri Susilo.
Misi Melampaui Rekor Borneo FC
Kemenangan atas PSBS Biak memastikan Malut United mengukir catatan 11 laga beruntun tanpa terkalahkan. Rentetan hasil positif ini dimulai sejak mereka menumbangkan Madura United 4-1 pada 19 September 2025 lalu. Sejak pekan keenam hingga ke-16, tim kebanggaan masyarakat Maluku Utara ini belum lagi merasakan pahitnya kekalahan.
Kini, Malut United berpeluang melampaui rekor milik Borneo FC (11 laga tak terkalahkan) jika berhasil mencuri poin di kandang Persebaya pada 10 Januari 2026 mendatang. Laga penutup putaran pertama ini akan menjadi ujian krusial bagi ambisi Hendri Susilo untuk mencatatkan sejarah 12 laga tanpa kekalahan.
Persebaya Tanpa Mihailo Perovic
Di kubu tuan rumah, Persebaya Surabaya sedang dalam kondisi pincang di lini depan. Meski baru saja menang 1-0 atas Madura United lewat gol Bruno Moreira, Green Force harus kehilangan striker andalan mereka, Mihailo Perovic.
Perovic dipastikan absen melawan Malut United setelah menerima kartu merah di masa injury time laga kontra Madura United. Wasit menilai Perovic melakukan upaya mengulur waktu saat ditandu keluar lapangan, yang berujung pada kartu kuning kedua.
Absennya Perovic menjadi tantangan berat bagi pelatih anyar Persebaya, Bernardo Tavares, dalam melakoni debutnya. Kehilangan Perovic memunculkan tanda tanya besar mengenai siapa yang akan menjadi ujung tombak Persebaya. Nama Dejan Tumbas mendadak mencuat sebagai kandidat kuat.
Meski selama ini lebih sering diplot sebagai bek kiri atau gelandang bertahan di era pelatih sebelumnya, Tumbas memiliki jam terbang yang tinggi dengan 13 penampilan (1.076 menit bermain).
Dibandingkan opsi lain seperti Diego Mauricio atau Rizky Dwi yang minim menit bermain, Tumbas diprediksi akan ditarik ke depan oleh Bernardo Tavares untuk mengisi kekosongan juru gedor.
Duel di Gelora Bung Tomo nanti akan menjadi panggung pembuktian: apakah Malut United mampu mencetak sejarah baru, ataukah strategi kejutan Bernardo Tavares sanggup menghentikan tren positif sang tamu?***
Editor : Ibnu Yunianto