RADAR BALI – Duel sengit sarat gengsi akan tersaji saat Persib menjamu Persija Jakarta pada pekan ke-17 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 11 Januari 2026, pukul 15.30 WIB.
Pertandingan ini tidak hanya soal rivalitas abadi, tetapi juga menjadi partai final untuk menentukan siapa yang berhak menyandang status juara paruh musim.
Hingga pekan ke-16, kedua tim sama-sama mengoleksi 35 poin, tertinggal dua angka dari Borneo FC di puncak klasemen.
Mengingat Borneo FC baru saja menelan kekalahan 0-2 dari Persita Tangerang pada Jumat (9/1/2026), maka pemenang dalam laga di GBLA ini dipastikan akan menggeser posisi puncak dan menutup putaran pertama sebagai pemimpin klasemen.
Namun, jika laga berakhir imbang, Borneo FC akan tetap bertahan di posisi teratas.
Persija Jakarta datang ke Bandung dengan ambisi besar dan kekuatan penuh. Menjelang keberangkatan tim, ribuan The Jakmania memadati Persija Training Ground di Bojongsari untuk memberikan dukungan moril. Semangat militan pendukung tersebut dibalas dengan janji setia dari kapten tim, Rizky Ridho.
"Saya bisa yakinkan semua yang ada di sini tidak akan main-main. Terima kasih teman-teman semuanya, semoga tiga poin bisa kami bawa ke Jakarta," ujar Ridho dengan tegas.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, memastikan timnya tidak akan menyerah meski bermain di kandang lawan. Ia merasa lega karena pilar utama seperti Jordi Amat, Emaxwell Souza, dan Gustavo Almeida dalam kondisi siap tempur.
"Kami tahu kualitas dari Persib, tim dengan prestasi bagus dan dihuni banyak pemain Tim Nasional. Tapi saya percaya dengan skuad solid kami. Kami sudah menjalani persiapan luar biasa selama seminggu terakhir," kata pelatih asal Brasil.
Dia berharap perangkat pertandingan dan VAR dapat bekerja maksimal demi kelancaran laga.
Respon dan Kesiapan Pangeran Biru
Di kubu tuan rumah, atmosfer spesial sangat dirasakan oleh para pemain. Gelandang andalan Marc Klok mengakui bahwa laga ini melibatkan harga diri kota. Sementara bek asing Julio Cesar mengaku sudah tidak sabar mencicipi atmosfer derbi pertamanya dengan disiplin tinggi demi menebus hasil kurang memuaskan di laga sebelumnya.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyadari bahwa pertandingan ini menarik perhatian publik sepakbola nasional karena menjanjikan drama dan intensitas tinggi. Menghadapi tensi yang memanas, Hodak justru memiliki pendekatan unik untuk menjaga mentalitas anak asuhnya.
"Ini merupakan salah satu derbi terbesar di Asia Tenggara. Karena itu, saya tidak perlu memotivasi pemain lagi. Saya justru harus membuat mereka lebih tenang dan jangan terlalu emosional," ungkap pelatih berkebangsaan Kroasia tersebut.
Adu Strategi: Pertahanan vs Produktivitas
Secara teknis, Hodak membedah kekuatan kedua tim dengan objektif. Ia mengakui bahwa Persija memiliki keunggulan dalam produktivitas gol sepanjang musim ini, namun ia percaya diri dengan lini belakang timnya yang semakin kokoh.
"Saat ini kami lebih baik di pertahanan, tetapi mereka juga unggul lebih banyak gol di separuh musim ini. Kami punya keuntungan bermain di kandang, stadion akan penuh, dan Bobotoh ada di belakang kami," sambungnya.
Hodak sangat berharap pada "magis" Bobotoh di Stadion GBLA untuk memompa semangat Thom Haye dan kawan-kawan. Dukungan puluhan ribu suporter diharapkan menjadi faktor pembeda agar Pangeran Biru mampu mengamankan kemenangan krusial dan menutup putaran pertama di puncak klasemen.
Editor : Ibnu Yunianto