Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Aremania Intimidasi Pemain Persik, Arema FC Kena Denda Ratusan Juta

Dhian Harnia Patrawati • Minggu, 18 Januari 2026 | 19:55 WIB
ASAP FLARE MERAH PERPISAHAN : Suporter menyalakan flare tanda perpisahan. (miftahuddin/radar bali)
ASAP FLARE MERAH PERPISAHAN : Suporter menyalakan flare tanda perpisahan. (miftahuddin/radar bali)

RADAR BALI – Perjalanan Arema FC di putaran pertama Super League 2025/2026 harus ditutup dengan kabar kurang sedap. Klub kebanggaan warga Malang tersebut kembali dijatuhi sanksi oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Sanksi dijatuhkan akibat insiden keamanan yang terjadi menjelang laga kontra Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan, 11 Januari 2026 lalu. Sehari sebelum pertandingan, terjadi penyalaan kembang api di area Hotel Miami, Kepanjen, tempat tim tamu menginap.

Aksi yang mungkin diniatkan sebagai tekanan mental atau psywar tersebut justru berbuah petaka bagi keuangan klub. Akibat ulah oknum tersebut, Komdis PSSI menjatuhkan denda ganda.

Arema FC sebagai klub dikenai denda sebesar Rp 60 juta, sementara Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan juga harus membayar denda sebesar Rp 40 juta.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyesalkan tindakan yang kembali memberikan dampak negatif bagi tim.

"Ini benar-benar menjadi bahan evaluasi serius. Kami ingin ke depan pelaksanaan pertandingan dan atmosfer di sekitarnya bisa berjalan jauh lebih baik tanpa merugikan klub," ujar Yusrinal.

Ketua Panpel Arema FC Erwin Hardiyono mengingatkan kembali bahwa regulasi PSSI memiliki jangkauan yang sangat luas. Banyak yang salah kaprah menganggap aturan hanya berlaku di dalam stadion selama 90 menit pertandingan berjalan.

"Kejadian di hotel tim tamu ini adalah contoh nyata. Kami memohon dengan sangat kepada oknum fans untuk tidak lagi melakukan tindakan kontraproduktif. Niat untuk mendukung jangan sampai justru membebani klub dengan denda," tegas Erwin.

Sebagai langkah antisipasi, Panpel berkomitmen untuk memperketat koordinasi pengawasan di titik-titik vital, termasuk area penginapan tim lawan agar insiden serupa tidak terulang di putaran kedua.

Sanksi ini melengkapi catatan buruk disiplin Arema FC sepanjang putaran pertama. Hingga putaran pertama Singo Edan tercatat sudah menerima 11 surat sanksi dari Komdis PSSI. Jika ditotal, denda yang harus dibayarkan mencapai ratusan juta, sebuah kerugian fantastis yang seharusnya bisa digunakan untuk pengembangan klub.

Kini, manajemen Arema FC hanya bisa berharap agar rentetan denda ini menjadi titik balik bagi semua pihak. Evaluasi besar-besaran diharapkan tidak hanya datang dari internal klub, tetapi juga dari kesadaran suporter untuk menciptakan iklim sepak bola yang lebih sehat dan aman bagi semua.***

Editor : Ibnu Yunianto
#pssi #flare #persik kediri #Stadion Kanjuruhan #arema malang #Super League #komdis pssi #arema fc #sanksi disiplin