RADAR BALI – PSIM Yogyakarta bersiap menghadapi tantangan besar pada pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026. Menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Sultan Agung pada Minggu (25/1), Laskar Mataram harus memutar otak lantaran dipastikan tampil tanpa kekuatan penuh.
Setidaknya ada tujuh pemain pilar yang absen dalam laga perdana putaran kedua ini, baik karena faktor transfer, cedera, maupun sanksi kartu. Kondisi ini terbilang kontras dengan kontestan lain yang mulai jor-joran merombak skuad.
Laskar Mataram justru melepas tiga pemain di bursa transfer paruh musim, yakni Rafinha, Ikhsan Chan, dan Diandra Diaz.
Pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel memberikan penjelasan transparan mengenai minimnya pergerakan di bursa transfer. Ia menegaskan bahwa hal ini berkaitan dengan komitmen terhadap perencanaan anggaran yang sudah disepakati bersama manajemen sejak awal musim.
"Komunikasinya sangat jelas. Manajemen sudah menjelaskan bahwasanya budget itu sudah digunakan di awal. Jadi bukan tidak ada budget, tapi kami sudah memaksimalkan budget di awal," ujar juru taktik asal Belanda tersebut.
Van Gastel mengakui bahwa pelepasan pemain serta absennya pilar lain membuat kedalaman skuadnya kini terbatas. Namun, ia enggan menjadikannya alasan. "Fokus saya adalah bekerja dengan pemain yang tersedia," tambahnya.
Badai Absensi di Lini Pertahanan
Masalah kian pelik bagi tuan rumah karena badai cedera yang belum mereda. Nama-nama penting seperti Yusaku Yamadera, Anton Fase, hingga Donny Warmerdam masih dalam masa pemulihan.
Lini pertahanan pun dipastikan pincang tanpa bek asing Franco Ramos yang harus menjalani hukuman kartu merah dari laga sebelumnya melawan Madura United.
Menghadapi situasi sulit ini, Van Gastel menilai kebersamaan tim menjadi kunci utama. "Terpenting, pemain siap tempur untuk mencapai hasil maksimal di setiap laga," tegasnya.
Menjaga Konsistensi Tim Promosi
Sebagai tim promosi, PSIM sebenarnya telah melampaui ekspektasi. Saat ini mereka menempati posisi keenam klasemen sementara dengan raihan 30 poin dari delapan kemenangan, enam hasil imbang, dan tiga kekalahan. Pada pertemuan pertama musim ini, PSIM bahkan sukses menumbangkan Persebaya dengan skor 1-0.
Manajer PSIM Razzi Taruna menekankan bahwa evaluasi utama tim pada paruh musim ini adalah masalah konsistensi. Ia berharap Laskar Mataram bisa menjaga level permainan tetap tinggi, terutama saat memasuki jadwal padat di bulan Februari.
"Kita harus memperbaiki konsistensi. Dengan jadwal yang padat, kami fokus bagaimana pemain tetap menjaga kebugaran dengan baik. Kesiapan fisik dan mental akan menjadi kunci di putaran kedua," jelas Razzi.
Guna menjaga ritme permainan, tim pelatih hanya memberikan libur singkat selama dua hari. Skuad Laskar Mataram sudah kembali menggelar latihan intensif sejak Kamis (15/1) demi mengejar kesiapan maksimal saat menjamu Bajul Ijo pada Minggu (25/1) pukul 15.30 WIB mendatang.***
Editor : Ibnu Yunianto