Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Persib Resmi Gaet Layvin Kurzawa: Opsi Bek Kiri untuk Babak 16 Besar ACL 2 Melimpah

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 26 Januari 2026 | 08:13 WIB
Layvin Kurzawa saat membela PSG. Pemain asal Prancis ini menjalani tes medis di Persib sebelum dikenalkan dalam laga Persib vs PSBS Biak.
Layvin Kurzawa saat membela PSG. Pemain asal Prancis ini menjalani tes medis di Persib sebelum dikenalkan dalam laga Persib vs PSBS Biak.

RADAR BALI – Persib Bandung resmi menggebrak bursa transfer putaran kedua Super League 2025/2026 dengan memperkenalkan eks penggawa Timnas Prancis, Layvin Kurzawa.

Kehadiran mantan pemain Paris Saint-Germain (PSG) dan AS Monaco ini bukan sekadar menambah deretan nama bintang, melainkan menjadi jawaban atas kebutuhan taktis Pangeran Biru yang tengah memasuki fase krusial kompetisi domestik maupun Asia.

Perekrutan Kurzawa merupakan langkah strategis yang diambil berdasarkan rekomendasi langsung tim pelatih. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan menjelaskan bahwa kontrak diberikan hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan sesuai evaluasi performa.

"Tim pelatih merekomendasikan perekrutannya untuk menambah kedalaman skuad di posisi bek kiri, sayap kiri, dan bek tengah," ujar Adhitia.

Adhitia juga menekankan bahwa proses evaluasi fisik telah dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan Kurzawa siap berkontribusi dalam sistem permainan Bojan Hodak. 

Manajemen menegaskan bahwa proses perekrutan ini telah melalui evaluasi medis yang sangat ketat. Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat rekam jejak Kurzawa yang sempat berurusan dengan cedera paha.

Layvin Kurzawa memiliki riwayat cedera paha yang cukup panjang dan sering kambuh sepanjang kariernya di Eropa. Masalah ini menjadi salah satu catatan medis yang paling diperhatikan sejak kepindahannya ke Paris Saint-Germain hingga masa peminjamannya di Premier League.

Sepanjang kariernya, Kurzawa tercatat beberapa kali mengalami masalah otot hamstring (paha belakang) dan adduktor (pangkal paha), termasuk saat membela AS Monaco dan PSG.

Bahkan, sebelum merapat ke Bandung, ia sempat menepi cukup lama (total 287 hari) karena pemulihan otot paha saat merumput di klub Boavista di Liga Portugal dan klub Fulham di Liga Inggris.

Namun, manajemen optimistis bahwa kondisi fisik pemain berusia 33 tahun ini sudah berada di level yang diinginkan untuk kompetisi intensitas tinggi.

Keberadaan tim medis dan fisioterapis profesional di Persib diharapkan mampu menjaga kebugaran Kurzawa agar terhindar dari cedera kambuhan dan siap berkontribusi dalam sistem permainan Bojan Hodak.

Perebutan Takhta di Sektor Kiri

Masuknya Kurzawa menciptakan persaingan paling panas di lini pertahanan Maung Bandung. Kini, Bojan Hodak memiliki empat opsi pemain kelas wahid yang memperebutkan posisi bek kiri, di mana masing-masing pemain membawa fleksibilitas taktis yang luar biasa.

Layvin Kurzawa diproyeksikan mengisi pos utama bek kiri, namun kemampuannya bermain sebagai gelandang kiri memberikan dimensi serangan baru dari tepi lapangan.

Kurzawa akan bersaing dengan Eliano Reijnders, pemain serba bisa yang selain fasih sebagai bek kiri, juga kerap diandalkan sebagai gelandang serang maupun penyerang sayap di kedua sisi.

Di sisi lain, komposisi ini kian solid dengan kehadiran dua pemain bertahan tangguh yang mampu bergeser ke pinggir. Alfeandra Dewangga, yang sejatinya adalah bek tengah, memiliki kemampuan mumpuni untuk memerankan posisi bek kiri maupun gelandang bertahan.

Hal serupa berlaku bagi Federico Barba; meski posisi alaminya adalah bek tengah, pemain asal Italia ini dikenal sangat disiplin saat dipercaya mengawal sisi kiri pertahanan.

Pengalaman Eropa untuk Ambisi Asia

Dengan rekam jejak mentereng di AS Monaco, Fulham, hingga PSG, Kurzawa diharapkan membawa mentalitas juara ke ruang ganti. Apalagi, PERSIB kini tengah bersiap menatap babak 16 besar AFC Champions League Two.

Pengalaman Kurzawa di level tertinggi Eropa menjadi aset berharga untuk menghadapi tekanan di laga-laga besar Asia.

Secara teknis, Kurzawa menawarkan paket lengkap: crossing akurat, kemampuan sweeping ball yang rapi, serta agresivitas dalam membantu serangan. Atribut ini sangat relevan dengan kebutuhan transisi permainan yang diinginkan tim pelatih.

Ambisi Kurzawa Bersama Pangeran Biru

Kurzawa sendiri mengaku sangat antusias memulai petualangan barunya di Bandung. Pemain berusia 33 tahun ini menyebut PERSIB sebagai pilihan terbaik untuk kariernya saat ini. Status juara bertahan dan besarnya dukungan Bobotoh menjadi alasan kuat di balik keputusannya.

"Ini murni keputusan saya. Saya ingin membantu tim, memberikan kualitas saya, dan menunjukkan kepada mereka siapa saya sebenarnya," tegas Kurzawa yang sempat berlibur ke Indonesia pada 2018 lalu.

Kini, setiap kepingan skuad telah lengkap. Kehadiran Kurzawa diharapkan menjadi katalisator bagi PERSIB untuk mempertahankan takhta Super League dan melangkah lebih jauh di kancah internasional.

Bienvenue, Kurzawa. Wilujeng sumping di Bandung.***

Editor : Ibnu Yunianto
#persib bandung #psg #fulham fc #wilujeng sumping #Eliano Reijnders #bursa transfer #as monaco #Super League 2025 2026 #federico barba #boavista #timnas prancis #layvin kurzawa #afc champions league two #Alfeandra Dewangga #pemain baru