RADAR BALI – Dewa United Banten FC bersiap melakoni laga pekan ke-20 BRI Super League 2025/26 menghadapi Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Sabtu (7/2/2026) sore.
Datang sebagai tamu, tim berjuluk Banten Warriors ini membawa misi besar untuk bangkit dan memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara.
Mewaspadai Keangkeran Stadion Brawijaya
Dalam sesi konferensi pers sebelum pertandingan, Pelatih Kepala Dewa United Jan Olde Riekerink memberikan apresiasi tinggi terhadap kekuatan tuan rumah.
Ia menyadari bahwa mencuri poin di Kediri bukanlah perkara mudah, mengingat catatan impresif Persik saat menjamu tim-tim besar.
“Kami tahu Persik Kediri memiliki catatan yang cukup baik di kandang. Mereka bermain imbang melawan Bandung dan menang atas Bali, sehingga jelas mereka adalah lawan yang kuat,” ujar pelatih asal Belanda tersebut di Stadion Brawijaya, Jumat (6/2/2026).
Tantangan Integrasi Pemain Anyar
Riekerink juga menyoroti dinamika internal timnya yang sedang dalam masa transisi dengan hadirnya sejumlah pemain baru di paruh musim.
Ia menekankan bahwa adaptasi di Liga Indonesia tidak bisa instan, baik secara taktik maupun fisik.
“Kompetisi di Indonesia semakin kompetitif setiap tahunnya. Pemain baru seperti Noah dan Vico bahkan sempat mengalami masalah otot karena perbedaan metode latihan. Kami harus melindungi pemain dari risiko cedera,” urainya.
Terkait sosok yang paling dinantikan, Ivar Jenner, Riekerink mengonfirmasi bahwa gelandang Timnas Indonesia tersebut sudah memiliki izin bertanding. Namun, faktor kebugaran pasca-perjalanan jauh menjadi pertimbangan utama.
“Ivar baru tiba dari Belanda dua hari lalu dan masih mengalami jet lag. Saya membawanya ke Kediri agar ia segera memahami kultur dan ritme persiapan tim. Jika ada momen yang tepat dan ia dinilai siap, maka ia akan dimainkan,” jelas pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.
Fokus Pemain dan Pendekatan Humanis
Bek tengah Wahyu Prasetyo, yang hadir mewakili pemain, menegaskan bahwa seluruh penggawa Dewa United telah melakukan evaluasi menyeluruh setelah laga sebelumnya.
"Kami sudah memperbaiki kekurangan dan siap memberikan hasil maksimal untuk dibawa pulang ke Tangerang," tegas pemain bernomor punggung tiga ini.
Menutup sesi konferensi pers, Jan Olde Riekerink memberikan pesan mendalam mengenai cara ia mengelola skuadnya. Ia menekankan pentingnya melihat pemain melampaui statistik di lapangan.
“Kami harus selalu berhati-hati. Mereka bukan sekadar aset di lapangan, melainkan manusia. Karena itu, mereka harus diperlakukan sebagai manusia, bukan hanya sebagai pemain,” tutupnya.
Di sisi lain, Ivar Jenner mengungkapkan bahwa motivasi utamanya bergabung dengan Banten Warriors adalah untuk mendapatkan menit bermain reguler.
Setelah berdiskusi dengan rekan setimnya di timnas, Rafael Struick, Jenner merasa optimis dengan kualitas fasilitas dan skuad yang dimiliki Dewa United.
Kesiapan Banten Warriors
Selain sorotan pada Jenner, Bek Dewa United Wahyu Prasetyo memastikan bahwa tim telah melakukan evaluasi total setelah laga sebelumnya.
Pemain bernomor punggung tiga tersebut menegaskan bahwa seluruh penggawa Dewa United memiliki motivasi tinggi untuk mencuri poin penuh di kandang Macan Putih.
"Kami sudah memperbaiki kekurangan dan mempersiapkan diri dengan baik. Semoga pada pertandingan besok kami bisa mendapatkan tiga poin untuk dibawa pulang ke Tangerang," kata bek Wahyu Prasetyo dalam sesi konferensi pers di Stadion Brawijaya, Jumat (6/2/2026).
Ambisi Memperbaiki Posisi Klasemen
Kehadiran Jenner diharapkan mampu mengangkat performa Dewa United yang saat ini masih tertahan di peringkat ke-10 klasemen sementara dengan koleksi 24 poin.
Pertandingan melawan Persik Kediri ini menjadi ujian penting bagi kedalaman skuad Riekerink dalam upaya merangkak naik ke papan atas liga.
Dewa United mengontrak gelandang berusia 22 tahun tersebut hingga akhir musim ini. Pengalamannya di kompetisi Eropa diharapkan memberikan dampak instan bagi lini tengah tim, baik sebagai starter maupun pemain pengganti pada laga sore nanti.***
Editor : Ibnu Yunianto