Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bali United Imbang di Bantul, Johnny Jansen Soroti Performa Kadek Arel Priyatna

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 26 Februari 2026 | 14:01 WIB

Mirza Mustafic merayakan golnya ke gawang PSM Makassar bersama bek Joao Ferrari dan Kadek Arel.
Mirza Mustafic merayakan golnya ke gawang PSM Makassar bersama bek Joao Ferrari dan Kadek Arel.

RADAR BALI - Pemain muda Kadek Arel Priyatna tengah menjadi perbincangan hangat di dunia maya menyusul hasil dramatis laga antara PSIM Yogyakarta melawan Bali United pada Senin (23/2) malam.

Pertandingan pekan ke-22 BRI Super League 2025/26 yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, tersebut berakhir imbang 3-3 setelah tim tamu sempat unggul telak.

Bali United sebenarnya tampil dominan hingga menit ke-65 dengan memimpin tiga gol tanpa balas melalui aksi Thijmen Goppel, Tim Receveur, dan Irfan Jaya.

Namun, situasi berbalik drastis bagi Serdadu Tridatu. Tuan rumah mulai mengejar melalui sepakan jarak jauh Sheva Maresca.

Petaka bagi Bali United dimulai pada menit ke-72 ketika Joao Ferrari diganjar kartu merah.

Bek asal Brasil tersebut terpaksa melakukan pelanggaran fatal setelah mencoba menghalau bola operan Kadek Arel di lini pertahanan sendiri yang justru membahayakan gawang.

Situasi ini memicu kritik tajam dari suporter terhadap performa kapten Timnas Indonesia U-23 tersebut.

Menanggapi sorotan terhadap pemain berusia 21 tahun itu, pelatih Bali United Johnny Jansen memberikan pembelaan sekaligus evaluasi.

"Jika kamu melakukan kesalahan, pasti akan ada kritik. Dia (Arel) pemain muda yang memiliki kualitas yang bagus. Jika diberikan kesempatan bermain pasti ingin memenangkan laga," katanya.

"Harapan saya dengan kesalahan yang terjadi, Arel bisa belajar karena dia adalah aset potensial yang dimiliki oleh Indonesia," ujar pelatih asal Belanda tersebut.

Drama Menit Akhir dan Statistik Kontras

Keunggulan Bali United benar-benar sirna di penghujung laga. Pada menit ke-88, kapten Bali United Ricky Fajrin melakukan gol bunuh diri saat mencoba membuang bola.

Momentum tersebut dimanfaatkan PSIM hingga akhirnya Franco Gaston mencetak gol penyama kedudukan lewat sundulan.

"Situasi yang berat dimana kami sudah unggul tiga gol dan berakhir imbang. Ditambah kartu merah dan gol bunuh diri. Harusnya kami pulang dengan hasil positif," tambah Johnny Jansen.

Meski gagal menang, statistik menunjukkan bahwa Bali United merupakan tim paling produktif dalam laga tandang musim ini dengan koleksi 23 gol dari 11 laga.

Secara keseluruhan, mereka juga memimpin dalam efektivitas serangan dengan mencatatkan 804 sentuhan di kotak penalti lawan serta 300 operan sukses ke area berbahaya.

Fokus Menuju Pekan ke-23

Hasil imbang ini membuat Bali United masih tertahan di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 29 poin.

Performa apik di laga tandang (5 menang, 3 imbang, 3 kalah) sayangnya belum menular saat bermain di kandang sendiri, di mana mereka baru mencatatkan dua kemenangan.

Johnny Jansen kini harus segera membangkitkan mental anak asuhnya. Bali United dijadwalkan menjamu Persijap Jepara pada Sabtu (28/2) malam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Laga ini menjadi pembuktian bagi Kadek Arel dan kolega untuk memperbaiki posisi mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Johnny Jansen #Berita Bola terkini #persib #Borneo #psim yogyakarta #serdadu tridatu #stadion sultan agung #Hasil PSIM vs Bali United #kadek arel priyatna #bali united #timnas indonesia u 23 #BRI Super League 2025 2026