Citra permainan domino atau gaplek yang selama ini lekat dengan aktivitas "tongkrongan" dan perjudian mulai bergeser. Di Karangasem, domino resmi bertransformasi menjadi cabang olahraga (cabor) prestasi melalui perhelatan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Olahraga Domino Indonesia (Orado) untuk pertama kalinya.
ACARA yang semarak dan penuh antusiasme. Bertempat di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Sabtu (14/3/2026), kejuaraan ini diikuti oleh 12 tim yang terbagi dalam kategori junior dan senior.
Sekretaris Pengprov Orado Bali, I Gede Subianta Eka Kresnawan, menegaskan bahwa domino sebagai olahraga memiliki regulasi dan sistem poin yang ketat.
"Ini bukan sekadar menyusun kartu. Ada strategi, analisis mendalam, dan kemampuan membaca langkah lawan yang diuji di sini," jelasnya.
Saat ini, kepengurusan Orado telah terbentuk di seluruh kabupaten/kota di Bali sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 mendatang.
Edukasi dan Penjaringan Atlet
Ketua Pengcab Orado Karangasem, I Gusti Ngurah Gede Subagiartha, mengaku optimis dengan antusiasme masyarakat. Baginya, Kejurkab ini adalah langkah awal untuk mengedukasi publik bahwa domino bisa menjadi jalur prestasi.
"Kami ingin menghapus stigma negatif. Ke depan, sosialisasi akan kami gencarkan ke banjar-banjar hingga sekolah untuk menjaring bibit atlet berbakat yang bisa membawa nama Bali ke kancah nasional," tutup Subagiartha.[*]
Editor : Hari Puspita