Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Lawan Gempuran Gadget, 416 Pecatur Adu Strategi di Bali Rapid Open Turnamen 2026 yang Dihadiri Grandmaster Inggris Astepen J. Gordon

Ida Bagus Indra Prasetia • Senin, 11 Mei 2026 | 05:26 WIB
SEMARAK DAN SERU : Grandmaster (GM) asal Inggris Astepen J Gordon bermain di Bali Rapid Open Turnamen 2026 di Krisna Blangsinga. (IB Indra Prasetia)
SEMARAK DAN SERU : Grandmaster (GM) asal Inggris Astepen J Gordon bermain di Bali Rapid Open Turnamen 2026 di Krisna Blangsinga. (IB Indra Prasetia)

GIANYAR, RadarBali.id – Papan catur menjadi saksi bisu pertarungan otak yang sengit di Krisna Blangsinga, Blahbatuh, Minggu (10/4/2026).

Sebanyak 416 peserta dari berbagai kalangan tumpah ruah mengikuti Bali Rapid Open Turnamen 2026. Menariknya, ajang yang digelar sembilan sesi dalam sehari ini tidak hanya diikuti pemain lokal, tetapi juga diramaikan oleh Grandmaster asal Inggris.

Baca Juga: Bila Warga Pakabarbali Gelar Xiangqi (Catur Tiongkok) di Bali: Dari Tradisi, Porprov, PON, hingga Internasional

Dominasi peserta datang dari kalangan pelajar yang mencapai 248 orang. Selain itu, kategori umum diramaikan oleh pecatur dari sepuluh provinsi di Indonesia serta pemain mancanegara yang berasal dari Rusia, Ukraina, hingga Inggris.

 

Ketua Pengprov Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Bali, I Nyoman Parta, menyatakan kebanggaannya atas tingginya animo generasi muda. Menurutnya, catur bukan sekadar olahraga, melainkan benteng bagi anak-anak di tengah gempuran dunia digital.

"Catur menjadi salah satu filternya. Bermain catur secara rutin, terutama menggunakan papan fisik, sangat membantu anak-anak mengurangi ketergantungan pada gadget dan menurunkan screen time," ujar Nyoman Parta yang juga merupakan Anggota DPR RI asal Guwang ini.

Catur untuk Ketahanan Mental

Turnamen yang menggandeng Krisna Oleh-Oleh ini turut dibuka langsung oleh sang pemilik, Ajik Krisna. Dalam kesempatan tersebut, Nyoman Parta menekankan bahwa filosofi catur sangat relevan dalam membentuk karakter manusia di dunia nyata.

Catur mengajarkan seseorang untuk mengedepankan logika di atas emosi, mengasah struktur cara berpikir, serta melatih kontrol diri. Keahlian mengelola stres dan emosi inilah yang dianggapnya sebagai kunci ketahanan mental yang sangat krusial saat ini.

"Pemain catur dipastikan hidupnya lebih terencana dan berketahanan mental. Prinsip dasar catur adalah logika di atas emosi, sehingga mereka terbiasa mengelola stres dengan lebih baik. Ini sangat penting sebagai jawaban atas fenomena masalah kesehatan mental di Bali," imbuhnya.

Melalui turnamen dengan animo yang luar biasa ini, Percasi Bali optimistis akan lahir bibit-bibit atlet berprestasi yang tidak hanya tangguh di atas papan catur, tetapi juga cerdas dan bijak dalam menjalani langkah kehidupan.[*]

Editor : Hari Puspita
#grandmaster #Turnamen #catur #gianyar