Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jembatan Biaung-Senganan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bangun Jembatan Bambu

Hari Puspita • Sabtu, 8 April 2023 | 16:03 WIB
SEADANYA: Kondisi Jembatan Biaung menuju Desa Senganan yang dibangun dari bambu oleh warga pasca rusak karena banjir. (foto:juliadi/radar bali)
SEADANYA: Kondisi Jembatan Biaung menuju Desa Senganan yang dibangun dari bambu oleh warga pasca rusak karena banjir. (foto:juliadi/radar bali)
TABANAN, Radar Bali.id – Akses jembatan penghubung jalan dua Desa Senganan dan Desa Biaung yang berada di Kecamatan Penebel, Tabanan tak kunjung diperbaiki.

Jembatan tersebut diketahui mengalami kerusakan pada tahun 2022 lalu saat wilayah Kabupaten Tabanan dan sekitar diterjang musibah banjir dan tanah longsor.

Kini jembatan tersebut agar bisa dilalui warga, lantaran merupakan akses utama untuk menuju wilayah Kecamatan Penebel. Warga pun telah membangun jembatan sementara waktu yang terbuat dari bambu.

I Made Jonita menyatakan jembatan penghubung Biaung- Senganan rusak pasca akibat banjir pada bulan November 2022 lalu. Pasca jembatan alami kerusakan belum ada tanda-tanda akan dilakukan perbaikan oleh dinas terkait lainnya.

“Jembatan ini penghubung bagi warga. Buktinya warga rela bangun jembatan sementara dari bambu, agar bisa dilalui saja,” ujar I Made Jonita, Jumat (7/6/2023).

Lantaran menjadi akses penghubung warga menuju daerah Penebel, pihaknya berharap agar segera dilakukan perbaikan oleh pemerintah daerah. Mengingat warga merasa terbantu aksesnya dengan adanya jembatan itu.

Selama ini dikatakan Made Jonita, setiap hasil perkebunan warga untuk dibawa ke Desa Senganan atau sebalik dan dijual ke Kota Tabanan selalu menggunakan akses jembatan itu. “Mudahan dibangun secepatnya, hanya itu harapan dari warga,” pintanya.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan, I Made Dedi Darmasaputra, memastikan bahwasan sejumlah jembatan yang alami kerusakan akibat banjir tahun 2022 akan dilakukan perbaikan tahun ini.

Jalan penghubung Marga menuju Apuan jembatan Yeh Kajang yang putus pasca banjir yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 11,4 miliar.

Kemudian Perbaikan pada jembatan di Desa Geluntung akan memerlukan biaya mencapai Rp 4,5 miliar dengan panjang mencapai 12 meter. Selain beberapa jembatan di desa lainnya yang rusak karena banjir.

“Sejauh ini proses untuk pembangunan jembatan masih perencanaan, tetapi paling lambat akhir Mei 2023 kalau tidak ada kendala di (lelang) pengadaan. Di mana pembangunannya nanti dengan anggaran menggunakan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali,” pungkasnya. [juliadi/radar bali] Editor : Hari Puspita
#jembatan rusak di Tabanan #jembatan rusak #Jembatan Biaung-Senganan #jembatan rusak belum diperbaiki