Dokter Surya Mengatakan bahwa penyakit mikrosefali ini bukan masuk kategori gizi buruk pada balita. Sebab sudah terjadi sejak lahir. Berbeda indikasinya.
YANG menjadi penyebab dari kondisi bayi ini memang lain. Sejatinya pada penyakit mikrosefali ini banyak faktor penyebabnya.
Salah satunya karena saat hamil ibu dari balita kerap kali stres ataupun kekurangan gizi dan asupan makanan sehat. Ini risikonya bisa sangat fatal.
Kemudian penyakit ini juga bisa muncul karena masa perkawinan dari pasangan (laki-laki dan perempuan) masih di bawah umur.
"Bukan gizi buruk, sudah terjadi sejak dalam kandungan. Jadi penyakit ini baru bisa diketahui setelah lahir atau sudah berusia 6 bulan ke atas,” tegas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan, Dokter Ida Bagus Surya Wira Andi.
Mengenai cara mengantisipasi penyakit mikrosefali ini bagi kalangan ibu-ibu hamil. Dapat melakukan dengan pemenuhan, vitamin nutrisi dan gizi saat sedang hamil bagi si bayi.
Kemudian menghindari stres dan asupan makan yang cukup. Selain itu dapat rutin melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan yang ada di Tabanan. Apalagi sekarang sejumlah puskesmas di Tabanan sudah dilengkapi USG.
“Juga dapat dilakukan dengan jangan melakukan pernikahan anak dibawah umur karena masih ada organ tubuh yang belum matang. Contohnya saja tulang panggul di bawah usia 18 tahun itu belum maksimal untuk persiapan kehamilan. Jadi harus matang dulu," pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita