TABANAN– Sejumlah perbekel terdampak tol Gilimanuk-Mengwi yang tergabung dalam Forum Perbekel Terdampak Tol kembali menggelar pertemuan lanjutan, Sabtu (30/9) di Kantor Desa Buahan, Tabanan.
Mereka menggelar pertemuan kembali untuk mempertegas gerakan apa yang dilakukan untuk kelanjutan proyek tol Gilimanuk-Mengwi yang sudah tiga tahun lebih belum ada kejelasan dari Pemerintah Provinsi Bali.
Dalam pertemuan itu ada sebanyak 10 perbekel yang hadir, di antaranya yang di Kecamatan Selemadeg Barat, Perbekel Desa Lalanglinggah, Perbekel Desa Lumbung, Perbekel Desa Bengkel Sari dan Perbekel Antosari, Perbekel Desa Selemadeg Kecamatan Selemadeg. Kecamatan Perbekel Desa Buahan, Perbekel Wanasari, Desa Bantas dan perbekel lainnya.
Koordinator Forum Perbekel Terdampak Tol I Nyoman Arnawa mengatakan pertemuan ini untuk menindaklanjuti pertemuan sebelumnya yang dilaksanakan di Balai Kantor Desa Antosari Selemadeg Barat, Jumat lalu (22/9).
"Kami di sini berkomitmen dan menyamakan pendapat langkah apa yang akan ditempuh soal kelanjutan tol. Mengingat warga terus mempertanyakan, karena sampai dengan saat ini belum ada realisasi tol," ungkap pria asal Desa Lalanglinggah Selemadeg Barat.
Hasil pertemuan tadi ada beberapa sikap yang diambil yakni pihaknya akan bersurat ke Pj Gubernur Bali, untuk bertemu beliau langsung, semacam audiensi.
"Untuk menyampaikan aspirasi, mudah-mudahan beliau bisa memfasilitasi soal bagaimana kepastian jalan tol," jelasnya.
Selain itu bertemu dengan PJ Gubernur Bali untuk menjawab keresahan masyarakat yang bertanya-tanya soal kelanjutan tol Gilimanuk-Mengwi yang sudah lama mangkrak. "Sikap kami mudah-mudahan direspon oleh PJ Gubernur Bali," sebutnya.
Untuk diketahui Urun rembug dilakukan, karena sudah empat tahun lebih tidak ada kejelasan proyek tol Gilimanuk-Mengwi apakah dilanjut atau tidak proyek tol tersebut. Ini semakin buat masyarakat desa yang terdampak kecewa dan bertanya-tanya.
Apakah benar pemerintah serius soal pembangunan tol atau apa sebenarnya yang terjadi dalam proyek ini sehingga tidak terlaksana sampai tahun 2023 hingga berakhir masa jabatan Gubernur Bali Wayan Koster.
Pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi direncanakan tuntas tahun 2028 mendatang. Dimana pengerjaan tol itu dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Tol Jagat Kerthi Bali. Dengan pembiayaan melalui konsorsium.
Tol sepanjang 96,84 km perkiraan menghabiskan biaya investasi sebesar Rp 24,6 Triliun. Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi terbagi menjadi 3 Seksi. Dengan Seksi 1 Gilimanuk-Pekutatan sepanjang 53,6 km, Seksi 2 Pekutatan-Soka sepanjang 24,3 km dan Seksi 3 Soka-Mengwi sepanjang 18,9 km.
Khusus wilayah Tabanan sendiri pembangunan jalan tol Mengwi-Gilimanuk akan melintasi 22 Desa dengan 7 kecamatan di Tabanan yang menghabiskan lahan sekitar 1069,44 hektar. Tapi kini tidak ada kejelasan pembangunannya. (*)
Editor : Donny Tabelak