Tetap Ikut Pencoblosan, Penyandang Disabilitas Dibantu Papan Braille, Begini Liku-Likunya

Juliadi Radar Bali • Dipublikasikan Jumat, 16 Februari 2024 | 02:00 WIB
DIBANTU : Penyandang disabilitas di Sentra Mahatmiya Bali Kediri Tabanan menggunakan hak pilihnya di TPS 004 Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan.(juliadi/radarbali)
DIBANTU : Penyandang disabilitas di Sentra Mahatmiya Bali Kediri Tabanan menggunakan hak pilihnya di TPS 004 Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan.(juliadi/radarbali)

Ada  delapan orang penyandang disabilitas yang tinggal di Sentra Mahatmiya Bali, Tabanan, yang  turut berpartisipasi dalam Pemilu 2024 pada Rabu (14/2/2024). Ini yang dilakukan untuk membantu mereka.

MEREKA punya sejumlah kendala. Dari delapan orang tersebut, tiga di antaranya merupakan penyandang disabilitas sensoris netra atau tuna netra dan satu orang lansia.

Sisanya dua orang perempuan rawan sosial ekonomi (PRSE) dan satu orang PMIB atau pekerja migran Indonesia bermasalah.

Kedelapan orang penghuni Sentra Mahatmiya Bali menggunakan hak pilihnya di TPS 004 dan TPS 005 Banjar Anyar, Kecamatan Kediri.

Pemilu kali ini mereka masuk dalam daftar sebagai pemilih tambahan (DPTb). Mereka pula hanya mendapatkan satu surat suara yakni pemilihan presiden dan wakil presiden.

“Sebenarnya ada sembilan orang penyandang disabilitas dan lansia di Sentra Mahatmiya. Tapi ada satu yang tidak terdaftar. Kami dapat informasi, satu orang ini tidak masuk dalam daftar (DPTb),” jelas Elia Farida, Pekerja Sosial di Sentra Mahatmiya.

Sementara itu,  Supriyono,  33, salah seorang penyandang disabilitas yang menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2024 mengaku tidak terkendala apapun saat mencoblos karena dibantu dengan menggunakan papan Braille.

“Tidak ada kendala. Cuma dapat surat suara presiden. Tadi dibantu pakai papan Braille,” tuturnya.

Supriyono menyebut ia hanya mendapatkan surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden karena ber-KTP di luar TPS 004 Banjar Anyar.

“Saya kan pendatang. Jadi tidak bisa coblos DPR. KTP saya Lumajang,” sebut Supriyono yang baru menghuni Sentra Mahatmiya Bali pada Februari 2023 lalu ini.

Sebagai penyandang disabilitas, Supriyono mengaku tidak banyak menaruh harapan terhadap pemimpin bangsa terkecuali Indonesia yang semakin maju dan tidak ada lagi korupsi. “Semoga Indonesia semakin maju dan tidak ada yang korupsi lagi,” pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
tabanan pemilu 2024 disabilitas pencoblosan