TABANAN, Radar Bali.id – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Tabanan memastikan pengerjaan proyek infrastruktur di Tabanan bakal dimulai pada bulan Maret ini.
Salah satunya pengerjaan pembangunan dua jembatan yang menghubung Pemanis dan Senganan yang berada di Banjar Dinas Pemanis, Biaung Kecamatan Penebel. Kemudian jembatan penghubung ruas Leba dan Poyan yang berada di Desa Luwus, Baturiti.
Sejauh ini kedua jembatan tersebut telah tuntas dalam proses perencanaan pada bidang Bina Marga PUPRPKP Tabanan.
“Bulan Maret ini kedua jembatan tersebut tinggal proses lelang saja. Mudah-mudahan lelang selesai Maret langsung bisa dikerjakan proyeknya,” ujar Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan Gede Partana, Rabu kemarin (6/3/2024).
Ia menyebut Pemkab Tabanan melakukan pembangunan terhadap kedua jembatan yang menghubung Pemanis-Senganan, di Penebel dan Leba-Poyan, di Baturiti, karena alami kerusakan cukup parah pasca bencana alam banjir dan tanah longsor tahun 2022 lalu.
Lebih lagi kedua jembatan tersebut merupakan akses jalan untuk menuju Kota Kecamatan. Bahkan dua jembatan itu digunakan warga sebagai akses jalan pertanian dan perekonomian.
“Kebetulan Detail Engineering Design (DED) sudah tuntas dibuat tahun 2023. Dan dana sudah turun dari bantuan khusus keuangan (BKK) Badung. Sehingga Maret sudah bisa kami E-katologkan,”
Terkait sumber anggaran yang disiapkan untuk pembangunan kedua jembatan tersebut. Partana menjelaskan untuk pengerjaan proyek jembatan Pemanis dan Senganan menghabiskan anggaran sekitar Rp 5,7 Miliar.
Sedangkan jembatan penghubung Leba dan Poyan menghabiskan anggaran sekitar Rp 7,7 miliar.
“Baru dua jembatan bisa kami kerjakan untuk pembangunan fisik infrastruktur di Tabanan. Kalau untuk pembangunan jalan sendiri masih menunggu SK BKK Badung turun,” pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita