Cegah dan Pantau Tularan PMK, Target 38 Ribu Ekor Sapi di Tabanan Dipasang Eartag, Begini Fungsinya
Juliadi Radar Bali• Sabtu, 11 Mei 2024 | 13:22 WIB
ALAT DIGITAL: Petugas melakukan pemantauan terhadap penyakit mulut dan kuku pada sapi. Dinas Pertanian Tabanan memasang eartag untuk memantau.
TABANAN, radarbali.id - Dinas Pertanian melalui bidang peternakan dan kesehatan Tabanan menargetkan sebanyak 38 ribu populasi sapi akan dipasangi anting eartag atau dipasangi identitas pada telinga. Tujuan dari pemasangan anting eartag itu untuk memudahkan seleksi, memudahkan recording hingga memudahkan monitoring vaksinasi PMK dan tata laksana pemeliharaan sapi.
Saat ini dari total jumlah populasi sapai mencapai 38 ribu ekor baru setengah atau sekitar 19 ribu sapi sudah dipasangi eartag.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Gde Eka Parta Ariana menjelaskan, pemasangan eartag dilakukan oleh petugas Puskeswan biasannya sejalan dengan pelaksanaan vaksinasi PMK. Ini pula dilakukan demi memudahkan pemantauan sapi yang sudah tervaksin PMK.
Dimana untuk vaksinasi PMK sapi di triwulan 1 sudah mencapai target atau sebanyak 14 ribu ekor sapi. Hanya saja untuk pelaksanaan vaksinasi triwulan kedua yang semestinya mulai bulan April sampai bulan Mei ini belum terlaksana lantaran daerah masih menungu droping vaksin dari Pusat.
"Kami menunggu droping vaksin dari Pusat, kalau sudah ada langsung dilanjutkan untuk pemberian vaksinasi PMK, astungkara sejauh ini Tabanan nihil kasus PMK meski demikian tetap dilakukan edukasi dan pembinaan pada kelompok peternak sapi untuk tetap menjaga kesehatan ternak termasuk kebersihan kandang,,"terangnya, Jumat (10/5/2024).
Terkait dengan pemasangan eartag pada sapi, lanjut kata Eka sebagai bukti bahwa hewan ternak tersebut layak diperjual belikan dipasaran, meskipun saat ini PMK nihil, namun eartag menjadi bukti otentik hewan tersebut terbebas dari wabah penyakit.
Dimana pada eartag ini berisikan barcode pada telinga hewan ternak yang sudah dilengkapi QR Code dan terhubung secara digital melalui sebuah aplikasi, disana ada banyak data khususnya record kondisi kesehatan hewan.
"Dengan menggunakan eartag disertai QR Code di situ, ketika barcodenya di scan maka akan muncul identitas sapi itu milik siapa, lokasinya dimana, kemudian sudah bervaksin berapa kali." jelas Eka.
Hanya saja memang untuk di kabupaten Tabanan, pemasangan eartag pada sapi baru setengah dari jumlah populasi yang ada. Kendalanya lantaran faktor signal internet. "Kendala lokasi dan signal karena harus connect dengan internet untuk input aplikasi," tandasnya.***