TABANAN, Radar Bali.id - Tempat pemprosesan akhir (TPA) Mandung, Sembung Gede Kerambitan Tabanan mulai menerima kiriman sampah dari Kota Denpasar.
Kiriman sampah dari Kota Denpasar akan diterima TPA Mandung selama penyelenggaraan Word Water Forum (WWF) ke -10 digelar. Dengan rata-rata sampah yang diterima mencapai ratusan ton setiap harinya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan kini telah memberikan jadwal waktu pembuangan sampah ke TPA untuk Kota Denpasar. Yakni mulai dari pukul 13.00 wita sampai 17.00 Wita. Selama pembuangan sampah di lakukan di TPA Mandung, truk pengangkut sampah dari Kota Denpasar tetap dikenakan tarif retribusi.
Sementara untuk pembuangan sampah dari Tabanan itu tetap diprioritaskan membuang sampah dipagi hari.
Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Lumpur Tinja Dinas Lingkungan Hidup Tabanan, I Wayan Atmaja mengatakan pembuangan sampah dari Kota Denpasar ke TPA Mandung telah berlangsung sejak 17 Mei lalu. Pembuangan sampah ini akan berlangsung selama 7 hari ke depan.
"Untuk total sampah yang masuk ke TPA mencapai ratusan ton setiap harinya. Dengan rata-rata 200 truk per hari dan berat sampah per truk tersebut mencapai 8 kubik," ungkap Atmaja, Minggu kemarin (20/5/2024).
Ia menjelaskan selama proses pembuangan sampah dari Kota Denpasar ke TPA Mandung. Dengan mekanisme disesuaikan dengan kondisi TPA saat ini dan dibuang mulai dari siang harinya. Artinya sampah kiriman ini dibuang pada lahan yang tidak ada tumpukan sampah tinggi.
"Pola ini masih kami atur dan mudah-mudahan masih bisa menampung selama tujuh hari ke depan," ucapnya.
Atmaja menyebut sudah tiga hari berjalan pembuangan sampah dari Kota Denpasar ke TPA Mandung sampai saat ini belum terjadi antrian panjang. Truk yang masuk membuang sampah diskemakan dua truk. Kemudian truk yang sudah kosong diarahkan kembali ke arah selatan tembus ke Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan.
"Jadi skema ini kami jalankan untuk agar tidak terjadi antrian dan mengurai truk yang masuk ke TPA," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita