Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

KIM Plus : Koalisi Khusus 7 Parpol Hadapi Dominasi PDIP di Pilkada Tabanan, Berikut Ini Jurusnya

Juliadi Radar Bali • Kamis, 23 Mei 2024 | 03:20 WIB
KOALISI PILKADA : Tujuh Ketua Partai Politik di Tabanan yang menggelar pertemuan yang membentuk koalisi KIM Plus.(foto:juliadi/radar bali)
KOALISI PILKADA : Tujuh Ketua Partai Politik di Tabanan yang menggelar pertemuan yang membentuk koalisi KIM Plus.(foto:juliadi/radar bali)

TABANANRadar Bali  – Pilkada Tabanan terus menghangat. Terbaru sebanyak tujuh partai politik di Tabanan. Di antaranya Partai Golkar, Gerindra, Demokrat, Nasdem, PSI, PAN, dan Partai Gelora mulai menggelar pertemuan. 

Pertemuan ketujuh parpol itu untuk melanjutkan proses Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang sudah berjalan di pusat untuk diturunkan ke daerah.  

Selain itu penjajakan koalisi itu dilakukan untuk melakukan penjaringan calon bupati dan wakil bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

 Baca Juga: Incumbent Edi Wirawan Ambil Formulir Penjaringan PIlkada Tabanan, Tegaskan Tak Ada Keretakan

Soal pertemuan ketujuh parpol tersebut tidak dipungkiri oleh Ketua DPC Partai Gerindra Tabanan I Putu Juliastrawan. 

"Ya, ketum-ketum parpol di Tabanan sudah saling bertemu. Yang hadir ketum dari 7 papol yakni Golkar, Gerindra, Demokrat, Nasdem, PSI, PAN, dan Partai Gelora," aku Juliastrawan, dihubungi Selasa (21/5/2024).

 Baca Juga: Terserah Mandat Partai, Ngurah Panji Mengaku Masih Pikir-Pikir Melawan Incumbent di Pilkada Tabanan

Ia menjelaskan inti dari pertemuan tersebut sebagai wadah sejatinya untuk mengusung calon kepala daerah. Agar di Tabanan tidak terjadi petahanan melawan  kotak kosong. Termasuk ada memang arahan dari pusat membentuk Koalisi Indonesia Maju (KIM) di daerah. 

"Sekarang ini namanya KIM plus, karena ada masuk Partai Nasdem di koalisi," ungkapnya.

Kendati sudah menggelar pertemuan dengan 7 parpol tersebut. Namun belum mengarahkan kepada kesepakatan untuk berkoalisi. Jika koalisi ini terbentuk rencananya pula akan dibuat sekertariatan bersama (Sekber). Baru dilanjutkan dengan penjaringan calon kepada daerah. 

Di  dalam penjaringan calon kepala daerah ini, boleh dari masing-masing parpol mengusulkan nama calon mereka. Termasuk pula penjaringan calon diluar eksternal partai. 

"Penjaringan calon tidak hanya untuk kader parpol, tapi eksternal dari tokoh masyarakat boleh nantinya mendaftar," tandasnya.   

Sementara itu Ketua DPD II Partai Golkar Tabanan, I Nyoman Wirya mengaku ia yang berkumpul bertemu dengan ketujuh ketum parpol di Tabanan itu dalam rangka mempersiapkan pilkada Tabanan.

kendati telah bertemu, tetapi belum sepakat menyatakan sikap berkoalisi, karena masih ada pandangan berbeda. Perbedaan pandangan itu terkait dengan prioritas. Di satu sisi, ada beberapa partai memandang perlu mempersiapkan wadah terlebih dulu.

Sedangkan, internal partainya yakni Golkar memandang perlu mempersiapkan figur terlebih dulu. “Di sana titiknya belum ketemu,” kata Wirya.

Meski demikian, diakui Wirya kembali semua partai yang hadir dalam pertemuan tersebut sepakat menginginkan adanya perubahan kepemimpinan. Cuma polanya saja yang berbeda.

Untuk Golkar sendiri memandang perlu figur mumpuni untuk menghadapi PDIP yang notabene partai pemenang da petahana. 

Bahkan, ia menggarisbawahi bahwa figur yang hendak dijagokan dalam Pilkada Serentak 2024 memiliki otak, ongkos, dan otot (3O).

“Kalau tanpa itu kita di Tabanan rasanya berat. Tapi teman-teman (partai) lain sepakat membentuk wadah dulu,” tukasnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Tabanan, I Wayan Adnyana menambahkan bahwa partai-partai yang sepakat berkoalisi ini akan terbuka dalam menjaring calon bupati dan calon wakil bupati.

“Yang jelas kami terbuka untuk semua masyarakat. Tidak lihat dari partai mana,” ujar Adnyana menimpali.

Adnyana menambahkan, di luar Golkar dan Gerindra, beberapa partai menyadari tidak mungkin mengajukan figur kuat tanpa disertai dengan terbentuknya koalisi.

Selain itu, rencana koalisi yang hendak dibentuk di Tabanan ini juga mengacu pada Koalisi Indonesia Maju (KIM) di tingkat nasional.

“Kami inginnya KIM plus. Tidak hanya koalisi yang dibentuk Pak Prabowo (Subianto) saja. Tapi plus. Karena di pusat sudah cair. NasDem sudah mulai bergabung,” pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#tabanan #koalisi #pilkada