TABANAN, radarbali.id - Usai Covid-19 pertumbungan Industri Kecil Menengah (IKM) di Tabanan cukup pesat. Pengaruhnya adalah karena sektor pariwisata di Bali yang sudah pulih dan normal kembali.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan kini sedang melakukan pendataan sekaligus pembinaan terhadap sejumlah IKM di Tabanan. Demi kualitas produk IKM yang dihasilkan selain mampu bersaing juga bisa merambah pasar eksport.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Tabanan Ni Made Murjani mengatakan perkembangan IKM Tabanan yang cukup pesat tersebut, selain karena tuntutan kebutuhan pasar. Juga sektor ekonomi pariwisata Bali yang normal saat ini, dimana mulai banyak dibuka pasar-pasar oleh-oleh hingga pameran produk-pameran produk lainnya.
Baca Juga: Kemarau Melanda Picu Kesulitan Air, Polres Klungkung Bantu Pengadaan Fasilitas Air Bersih
"Yang paling mendasar tumbuhnya IKM ini, karena adanya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan peluang usaha dan melihat potensi yang ada di desanya," ungkap Murjani, Sabtu (15/6).
Di Tabanan sendiri dari data yang ada pada tahun 2023 lalu terdapat 1.036 IKM. Kini mencapai pertengahan tahun 2024 terdapat 25 penambahan IKM baru.
Penambahan 25 IKM baru ini dengan berbagai jenis produk yang dibuat masyarakat. Mulai dari usaha air minum, membuat kerajinan tangan, tera kota, membuat sandal, beha dalam dari bahan batok kelapa hingga membuat usaha alat kesenian lainnya.
Tumbuhnya IKM di Tabanan pihaknya di Disperindag Tabanan tetap melakukan pendampingan dalam bentuk pembinaan. Pembinaan misalnya bagaimana IKM memperhatikan ijin yang mesti dimiliki. Kemudian memperhatikan tenaga kerja hingga memperhatikan bahan baku yang digunakan.
"Termasuk kami memberikan pelatihan-pelatihan bagaimana meningkat kualitas produk, pemasaran dan kemasan produk," tandasnya.***
Editor : M.Ridwan