TABANAN- Radar Bali.id - Kendati dikenal dengan kabupaten lumbung pangannya Bali. Ternyata Kabupaten Tabanan yang mayoritas penduduknya bekerja disektor agraris masih kekurangan jumlah tenaga penyuluh pertanian. Jumlah penyuluh pertanian di Tabanan hanya puluhan orang sedangkan kebutuhan tenaga penyuluh mencapai ratusan orang.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tabanan I Made Subagia mengaku jumlah tenaga penyuluh pertanian di Kabupaten Tabanan sangatlah minim atau jauh dari kata ideal sesuai dengan amanat undang-undang nomor 19 tahun 2023 tentang perlindungan dan pemberdayaan bidang pertanian.
Saat ini jumlah tenaga penyuluh pertanian di Tabanan masih sekitar 50 orang. Standar sebenarnya jumlah penyuluh pertanian di Tabanan sebanyak 133 orang disesuaikan dengan jumlah desa yang ada. Karena satu orang tenaga penyuluh pertanian satu desa.
”Tapi sekarang beda, satu penyuluh bisa pegang sampai empat desa. Karena kami di Distan kekurangan penyuluh pertanian," ungkap Made Subagia, ditemui Jumat kemarin (9/8/2024).
Ia menjelaskan sejatinya Kabupaten Tabanan dengan areal pertanian yang luas sangat membutuhkan tenaga penyuluh pertanian ditengah kemajuan teknologi pertanian.
Terutama soal bagaimana penyuluh sendiri memberikan edukasi, pendampingan kepada petani dalam hal meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian mereka. Bahkan penyuluh juga memberikan pelatihan-pelatihan kepada petani hingga memberikan masukan kepada petani disaat tanaman mereka terserang hama penyakit.
Masih kurang tenaga penyuluh pertanian di Tabanan lantaran banyak penyuluh yang pensiun. Pihaknya saat ini pun telah menyiasati dengan peran penyuluh pertanian swadaya.
Penyuluh swadaya ini tanpa diberikan gaji, yang berasal dari para anggota kontak tani dan nelayan andalan (KTNA) di Tabanan.
”Kemarin saat rembug KTNA nasional di Tanah Lot kita inisiasi, bahwa kami mendorong para anggota KTNA untuk tetap membantu dan memberikan dukungan pendampingan kepada petani di desa dalam hal penyuluhan," ungkapnya.
Selain itu untuk menyiasati kekurangan penyuluh pertanian, pihaknya pula sudah mengusulkan pengangkatan tenaga penyuluh pertanian di Tabanan kepada KemenpanRB melalui rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
”Rekomendasi usulan sudah turun. Nah kami butuhkan sekitar 188 tenaga penyuluh. Mulai penyuluh pertanian, penyuluh programa nanti rekrutmen mudah-mudahan melalui PPPK," tandasnya.[*]
Editor : Hari Puspita