TABANAN, Radar Bali.id - Seekor anjing diduga rabies mengamuk. Sebanyak lima warga menjadi korban gigitan anjing di Banjar Dinas Selanbawak Kaja, Desa Selanbawak, Kecamatan Marga Tabanan.
Kelima lima warga itu satu di antaranya balita usia 3,5 tahun yang ikut menjadi korban gigitan anjing. Sementara empat warga lainnya masing-masing berusia 6 tahun sampai 42 tahun.
Kasus gigitan ajing diduga rabies dengan lima warga menjadi korban, merupakan gigitan paling terbanyak.
Perbekel Desa Selanbawak I Made Merta menyebut kasus gigitan anjing diduga rabies sejatinya terjadi sejak Selasa (3/9/2024) sore.
Seekor anjing milik warga mendadak menyerang warga setempat secara bergantian. Kemudian berlanjut menggigit Rabu (4/9/2024) pagi.
"Anjing warga yang mengamuk itu, sehingga kami laporkan dan langsung eksekusi (eleminasi) oleh petugas kesehatan hewan Distan Tabanan," ungkap Merta, Kamis (5/9/2024).
Dari lima warga yang digigit anjing beruntung telah ditangani terlebih dahulu dengan diberikan VAR (Vaksin Anti Rabies) dan suntikan SAR. Bahkan syukur pula tidak ada warga tergigit anjing tersebut mengalami kondisi kondisi luka serius.
"Lima orang warga yang tergigit anjing tersebut temasuk balita sudah mendapat penanganan puskemas setempat," ujarnya.
Sementara itu berdasarkan hasil uji lab yang dilakukan oleh Bidang Peternakan dan Kesehatan Tabanan Dinas Pertanian. Bahwa informasi dari mereka ternyata anjing yang menggigit lima orang warga hasilnya positif rabies. Karena uji lab telah keluar Rabu kemarin (4/9/2024).
Anjing dengan positif adalah milik warga kami, namun sayangnya tidak dikandangkan oleh pemilik.
"Jadi anjing tiba-tiba melihat warga langsung menggigit tanpa ada reaksi langsung menyerang warga kami," ucapnya.
Adanya lima warga yang tergigit anjing positif rabies tersebut. Pihaknya di desa berencana bakal melakukan vaksinasi massal menyasar anjing peliharaan da liar yang ada di Banjar Dinas Selanbawak Kaja. Vaksinasi rabies ini akan dilakukan oleh Dinas Pertanian Tabanan.
"Rencana Senin depan bakal dilakukan vaksinasi massal. Untuk mengantisipasi adanya anjing warga yang tertular rabies," pungkasnya.
Sementara itu Kepala UPTD Puskeswan I drh. I Wayan Sutarja menegaskan penanganan kasus anjing positif rabies sudah dilakukan sesuai protap di lapangan. Tim telah melakukan penanganan baik terhadap korban yang digigit maupun anjing yang positif rabies.
"Memang ada lima warga yang digigit, mereka semuanya sudah mendapat penanganan yakni VAR," terangnya.
Sementara terkait kasus gigitan positif rabies, akan digelar emergency vaksinasi atau vaksinasi ulang diwilayah kasus pada Senin (9/9/2024). Target populasi yang akan disasar vaksinasi sekitar 50 ekor anjing bisa juga lebih. Terutama pada area lokasi rumah warga yang tergigit dan sekitar lokasi anjing milik rumah warga.
"Kami sudah bersurat ke desa supaya dari awal masyarakat meluangkan waktu untuk vaksinasi tersebut," imbuhnya. [*]
Editor : Hari Puspita