TABANAN, Radar Bali.id - Pasca terjadi musibah bencana alam di Banjar Dinas Mertasari Desa Pujungan Kecamatan Pupuan, Tabanan, Sabtu lalu (2/11/2024).
Dimana jebol senderan sekolah TK Santiyasa yang menyebabkan longsor hingga material longsoran menutupi areal rumah warga, pemandian (beji) dan jalan subak yang berada di bawah sekolah.
Sampai dengan Rabu (6/11/2024), kerja bakti masih dilakukan oleh sejumlah warga banjar setempat, dibantu aparat Polsek Pupuan, Koramil Pupuan dan Linmas Desa.
Baca Juga: Diguyur Hujan Deras, Tanah Longsor di Pekutatan, Jembrana Menutup Akses Jalan
Kerja bakti pembersihan material bekas longsor ini sudah tiga hari berturut dilakukan. Mengingat banyak material longsoran tanah. Dimana pembersihan material longsor dengan alat seadanya, pasalnya di lokasi tidak memungkinkan alat berat masuk.
"Dari Minggu sampai Senin itu, pembersihan material longsor pada areal rumah warga itu. Yang sekarang ini khusus jalur pemandian ke beji dan jalan subak," ujar Perbekel Desa Pujungan I Gede Rima Yasa, Rabu(6/11/2024).
Awalnya pihaknya memperkirakan penanganan pembersihan cukup hanya dua hari dilakukan oleh warga secara bergotong royong, namun ternyata dilanjutkan kembali, karena banyak material lumpur dan batu kerikil yang menutupi areal rumah warga, beji dan jalan menuju subak. Karena senderan sekolah TK Santiyasa yang jebol tersebut sepanjang 15 meter dan tinggi 20 meter.
Untuk penanganan lanjutan terhadap senderan sekolah TK yang jebol tersebut akan ditangani BPBD Tabanan. Bahkan pengajuan usulan penanganan pihaknya telah diajukan.
"Ini kami menunggu bantuan BPBD mudah-mudahan secepat bisa ditangani," ucapnya.
Sejauh ini kondisi wilayahnya dan Pupuan sekitarnya masih diguyur hujan lebat. Hujan lebat biasanya akan terjadi mulai dari pukul 11.00 atau terjadi pukul 12.00 siang.
Mengingat daerahnya rawan terjadi bencana tanah longsor, karena geografis yang perbukitan dan tebing. Pihaknya pun telah menghimbau warga untuk tetap waspada ditengah musim hujan dan cuaca ekstrem yang mulai terjadi.
"Sudah-sudah kami himbau warga, untuk tetap menjaga diri dan waspada," pungkasnya.
Sekedar diketahui senderan bangunan sekolah TK Santiyasa di Banjar Dinas Mertasari Desa Pujungan Kecamatan Pupuan yang jebol terjadi pada Sabtu lalu.
Jebol senderan bangunan sekolah tersebut menyebabkan pula halaman rumah warga dan akses jalan menuju subak dan beji tertutupi oleh material longsor tanah.
Kendati tidak ada korban jiwa dari musibah itu, akan tetapi akses jalan ke rumah warga sempat lumpuh tidak dapat dilalui.[*]
Editor : Hari Puspita