TABANAN, Radar Bali.id – Poin-poin seruan kerukunan disampaikan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tabanan resmi mengeluarkan seruan kerukunan bersama .
Ini terkait pelaksanaan rangkaian hari suci Nyepi Tahun Saka 1947 yang jatuh pada 29 Maret 2025. Sedangkan Hari Raya Lebaran diprediksi jatuh pada 30 Maret 2025, 1 Syawal 1446 Hijriyah.
Dalam pembahasan seruan bersama Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947 yang dihadiri oleh Para Ketua Majelis Keagamaan di Kabupaten Tabanan, tokoh keagamaan, Polres Tabanan dan Kodim 1619/Tabanan menyepakati 10 poin.
Baca Juga: Tahun Politik, FKUB Ingatkan Waspada Hoaks Pemecah Belah Umat
Mulai rangkaian upacara melasti, tawur kesanga, pengerupukan, sipeng dan ngembak geni. Disamping itu poin penting lainnya yakni bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa saat hari raya Nyepi agar dapat melaksanakan ibadah Sholat dan ibadah lainnya tempat masing-masing.
Sekretaris FKUB Tabanan I Made Sukadana mengatakan poin-poin seruan bersama tentang pelaksanaan rangkaian Hari Raya Suci Nyepi tahun saka 1947 sejatinya tidak jauh beda dengan seruan bersama yang telah dibuat tahun sebelumnya.
Hanya saja saat ini mengingat pelaksanaan Nyepi berbarengan dengan Idul Fitri maka pihaknya lebih awal mengeluarkan seruan bersama bagi seluruh umat beragama di Tabanan.
"Seruan ini sama seperti tahun lalu. Titik poin adalah pada toleransi agar
poin-poin yang sudah disepakati ini turun kebawah untuk dilaksanakan. Sehingga tidak hanya kesepakatan diatas kertas pada level atas saja," ungkapnya, Rabu (12/3/2025).
Sambungnya, kesepakatan bersama ini bagaimana dapat dijadikan sebuah pedoman dalam pelaksanaan hari raya nyepi berjalan dengan baik dan harus diketahui sampai level bawah kelian adat.
"Dan kami pasti ketua-ketua majelis keagamaan dapat mensosialisasikan poin-poin seruan bersama ini kepada seluruh umat beragama untuk diketahui dan dilaksanakan," jelasnya.
Mengingat ada 10 poin dalam seruan bersama yang sudah disepakati ada beberapa kesepatan yang menjadi poin inti.
Diantaranya FKUB menghimbau bagi umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa dan sholat lima waktu saat Hari Raya Nyepi berlangsung agar beribadah ditempat masing-masing atau masjid/musholla terdekat (radius maksimal 200 M). Kemudian diperkenankan menggunakan penerangan secukupnya didalam ruangan dan tanpa pengeras suara saat Tapa Brata Penyepian berlangsung.
Kemudian hotel dan penyedia jasa hiburan lainnya yang ada di Kabupaten Tabanan tidak diperkenankan mempromosikan usahannya dengan branding hari suci Nyepi.
Termasuk keamanan Nyepi hingga larangan beroperasi jasa tranportasi, pusat perbelanjaan, toko modern dan pasar.
Selain itu diatur pula pelaksanaan Nyepi tidak diperkenankan berpergian atau keluar rumah menyalakan api, petasan, mercon, pengeras suara, bunyi-bunyian, lampu penerangan atau sejenisnya dan mengoperasikan drone atau sejenisnya yang sifatnya mengganggu kesucian Hari Raya Nyepi dan mengganggu ketertiban umum kecuali untuk kepentingan umum dan kedaruratan.
"Kesepakatan seruan bersama pelaksanaan Hari raya Nyepi telah disepakati pada Selasa (11/3/2025) di Kantor DKebangpol Tabanan dan diharapkan agar seluruh umat beragama memahami dan menjaga serta menghormati kesucian Hari Suci Nyepi," pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita