Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Banyak Terdampak Bencana akibat Cuaca Ekstrem, Tabanan Hitung Rincian Kerugian

Juliadi Radar Bali • Senin, 24 Maret 2025 | 18:25 WIB

 

BERHAMBURAN : Kondisi bale piyasan pelinggih tugu roboh di Banjar Pecut Desa Rejasa, Penebel roboh diterjang angin kencang. (juliadi/radar bali)
BERHAMBURAN : Kondisi bale piyasan pelinggih tugu roboh di Banjar Pecut Desa Rejasa, Penebel roboh diterjang angin kencang. (juliadi/radar bali)

TABANAN, Radar Bali.id - Akhir bulan Maret ini dampak cuaca buruk angin kencang disertai dengan hujan mengakibatkan sejumlah wilayah di Tabanan dilanda pohon tumbang.

Selain itu sejumlah bale hingga bangunan piyasan roboh diterjang angin puting beliung.

Berdasarkan data Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan angin kencang disertai hujan yang terjadi sejak Rabu (19/3/2025) hingga Minggu kemarin (23/3/2025). Terdapat 21 lebih titik lokasi musibah bencana alam yang dominan adalah pohon tumbang. 

 Baca Juga: Dampak Cuaca Buruk, di Jembrana Belasan Pohon Tumbang, Dua Menimpa Rumah Warga

Di  antaranya pohon tumbang terjadi Banjar Megati, Selemadeg Timur, pohon tumbang di Desa Bongan Kauh, pohon tumbang Desa Tegal Jadi, pohon tumbang di Banjar Batanwani, Kukuh Marga, Pohon tumbang di Desa Tangguntiti Selemadeg Timur.

Namun dari begitu banyak musibah pohon tumbang terjadi pohon membuat kemacetan parah terjadi di daerah Desa Bonian, Selemadeg Barat. 

Dimana akibat pohon tumbang yang menimpa truk bermuatan semen Jalur Denpasar Gilimanuk macet total sampai arus lalu lintas diarahkan melalui Jalur Antosari menuju Pupuan. 

Kemudian akibat bencana alam cuaca ekstrem angin kencang juga mengakibatkan sebuah bangunan bale gong di Pura Merajan, Desa Adat Beluangan Perean Kangin Baturiti Roboh. Akibat kejadian itu pembangunan bale gong yang menggunakan dana hibah BKK Badung mengalami kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah. 

Selain itu terdapat bale piyasan pelinggih tugu roboh di Banjar Pecut Desa Rejasa, Penebel roboh diterjang angin kencang akibat kejadian kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.  

Kepala BPBD Tabanan I Nyoman Sri Nadha mengatakan dampak cuaca ekstrem dengan angin kencang dan hujan pada akhir bulan Maret memang nyaris merata terjadi di Tabanan. Dengan musibah yang harus diwaspadai adalah pohon tumbang bahkan adanya angin puting beliung. 

"Kami mengingatkan kepada warga Tabanan ketika melakukan aktivitas diluar rumah segera menepi saat terjadi angin kencang disertai hujan," ungkapnya, Minggu (24/3/2025). 

Ia menjelaskan angin kencang disertai hujan ini yang terjadi di Tabanan dan Bali umumnya merupakan bibit siklon di Samudra Hindia selatan Bali. Angin kencang dengan hujan intensitas ringan hingga lebat diperkirakan akan terjadi sampai 25 Maret mendatang. 

"Melihat cuaca buruk angin kencang masih akan terjadi masyarakat kami minta harus melakukan antisipasi dini dan pro aktif terhadap perkembangan cuaca," tuturnya. 

Selanjutnya terhadap musibah bencana alam yang terjadi pihaknya belum menghitung nilai kerugian yang ditimbulkan. 

Untuk bangunan bale gong di Pura Merajan, Desa Adat Beluangan Perean Kangin Baturiti Roboh tertiup angin kencang menelan kerugian sekitar Rp 250 juta. Sedangkan untuk piyasan pelinggih tugu roboh di Banjar Pecut Desa Rejasa, Penebel roboh diterjang angin kencang dengan kerugian mencapai Rp 300 juta. 

"Keseluruhan berapa nilai kerugian masih kami hitung, karena belum semua laporan bencana alam masuk ke BPBD Tabanan dari warga," tandasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#bencana alam #tabanan #kerugian #cuaca ekstrem #pohon tumbang #Selemadeg Barat #bpbd #dampak bencana