TABANAN, radarbali.jawapos.com - Dinas Pertanian (Distan) Tabanan memastikan harga gabah kering ditengah musim panen padi terbilang cukup bagus saat ini. Harga gabah kering mencapai Rp 6.500 per kilogram ditingkat petani.
Harga gabah ini akan cenderung stabil, karena pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) telah menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) yang sebelumnya berkisar Rp 5.000-5.500 per kilogramnya.
Kepala Distan Pertanian Tabanan I Made Subagia mengatakan pada bulan Maret, April dan Mei mendatang memang kondisi sedang memasuki musim panen padi. Biasanya saat musim panen padi melimpah harga gabah kering ditingkat petani pasti mengalami penurunan.
Baca Juga: Perkuat Kerukunan dan Menyama Braya, Universitas Udayana Gelar Halal Bihalal
Namun saat ini harga gabah relatif bagus Rp 6.500 per kilogramnya. Bahkan gabah kering yang dihasilkan petani diserap langsung oleh Bulog.
"Tentu kami mengapreasiasi pemerintah karena sudah mampu menetapkan dan menaikkan HPP gabah," ungkap Subagia, Kamis (24/4).
Ia pun memprediksi harga gabah ini terus stabil, bila pemerintah turun tangan dengan melakukan intervensi secara langsung. Salah dengan cara menyerap hasil panen padi petani melalui Bulog yang ada di daerah. Cara ini sangat solutif, karena memutus rantai tengkulak di lapangan.
"Disamping pula memberikan keuntungan petani dalam menutupi biaya operasional untuk pengalohan lahan pertanian padi mereka," ucapnya.
Untuk di Tabanan musim panen padi berada di wilayah Subak Aseman VI, Kecamatan Selemadeg Timur. Subak menanam padi mengikuti selalu mengikuti kondisi cuaca. Selain subak Aseman juga wilayah Kecamatan Tabanan, Penebel dan Kediri tengah memasuki musim panen padi.
"Rata-rata untuk Subak Aseman dalam satu hektar lahan mampu memproduksi padi sekitar 6,5 ton," imbuh Subagia.
Sementara itu salah satu petani Subak Aseman VI I Gede Wirantaja mengaku senang dengan harga gabah saat ini sebesar Rp 6.500 per kilogram. Apalagi gabah kering yang dihasilkan diserap langsung oleh pemerintah.
"Saya memiliki luas lahan tanaman padi 60 are. Dari lahan tersebut, diperoleh produksi sebanyak 3.946 kilogram gabah," ungkapnya.
Wirantaja menambahkan harga gabah Rp 6.500 per kilogram dan serap gabah langsung dilakukan pemerintah di petani tentunya sangat membantu petani. Terutama dalam menjamin harga jual gabah yang stabil dan menguntungkan.
"Harapan kami pemerintah terus memberikan dukungan terhadap petani. Karena petani tidak hanya menghadapi tantangan harga gabah, tetapi juga menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu," tandasnya.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com