TABANAN, Radar Bali.id – Intensitas curah hujan yang meningkat di wilayah Kabupaten Tabanan belakangan ini telah memicu sejumlah musibah bencana alam dan kecelakaan lalu lintas di jalur utama.
Menanggapi kondisi cuaca ekstrem ini, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, meminta seluruh masyarakat untuk bersiap siaga dan waspada menjelang puncak musim hujan.
Bupati Sanjaya menekankan pentingnya sikap antisipatif, terutama terhadap kemungkinan banjir lokal, pohon tumbang, serta menurunnya jarak pandang bagi pengendara.
“Kami minta masyarakat Tabanan, baik yang tinggal di wilayah pegunungan dan dataran rendah, untuk lebih siap siaga dan waspada terhadap kondisi cuaca belakangan ini. Keselamatan nyawa menjadi penting,” ujar Bupati Sanjaya, Rabu (12/11/2025).
Jaga Kondisi Kendaraan dan Pantau Informasi BMKG
Bupati secara khusus mengimbau para pengguna jalan, terutama pengendara roda dua, agar ekstra hati-hati saat melintas di jalur padat dan licin. Imbauan ini didasarkan pada kejadian kecelakaan lalu lintas yang belum lama terjadi akibat kondisi jalan yang ekstrem.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memastikan kondisi kendaraan tetap prima sebelum bepergian, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan,” ajaknya.
Masyarakat juga diimbau untuk aktif memantau kondisi cuaca melalui kanal informasi resmi seperti website BMKG, media sosial, dan radio publik daerah.
Posko Siaga Bencana Disiagakan 24 Jam
Untuk mengantisipasi lonjakan insiden, Pemkab Tabanan melalui BPBD daerah bersama instansi terkait telah menyiagakan posko siaga bencana dan peralatan tanggap darurat guna mempercepat respons di lapangan.
Selain itu, petugas gabungan juga disiagakan di sejumlah titik rawan di jalur utama untuk membantu pengaturan lalu lintas dan penanganan darurat.
Bagi masyarakat yang menghadapi kondisi darurat, dapat segera menghubungi:
- Call Center BPBD Tabanan: (0361) 811171
- Layanan Pesan Singkat WhatsApp: 0838-4856-8111
Layanan pelaporan ini beroperasi 24 jam untuk menerima laporan masyarakat terkait kejadian bencana atau kondisi darurat lainnya.[*]
Editor : Hari Puspita